Kemampuan BUMI Danai Buy Back Saham Dipertanyakan

Kemampuan BUMI Danai Buy Back Saham Dipertanyakan

- detikFinance
Jumat, 14 Nov 2008 10:27 WIB
Kemampuan BUMI Danai Buy Back Saham Dipertanyakan
Jakarta - Pelaku pasar mempertanyakan aksi pembelian kembali (buy back) 17% saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp 8,246 triliun. Pasar menilai kas internal perseroan tidak mencukupi untuk melakukan aksi buy back itu.

"Pelaku pasar banyak yang mempertanyakan aksi buy back ini," ujar analis PT Valbury Asia Securities, Mastono Ali saat dihubungi detikFinance, Jumat (14/11/2008).

Menurut Mastono ada beberapa aspek yang dipertanyakan pelaku pasar terkait aksi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertama adalah ketidak jelasan dan tidak fokus perseroan dan grupnya, terutama karena mereka sedang dalam due diligence penjualan sahamnya tapi kok tiba-tiba ada aksi buy back," jelas Mastono.

Masalah sumber pendanaan aksi buy back juga menjadi pertanyaan pelaku pasar. Sebab biasanya aksi buy back dilakukan dengan kas internal. Namun pelaku pasar menilai kas internal perseroan tidak mencukupi untuk melakukan aksi buy back Rp 8 triliun lebih.

Manajemen BUMI sendiri telah menyatakan dana buy back akan menggunakan kombinasi kas internal dan pinjaman. Hanya saja tidak dijelaskan pinjaman akan diperoleh dari mana saja.

"Pertanyaan terakhir adalah masalah aset apa yang dijaminkan oleh BUMI untuk memperoleh pinjaman tersebut. Banyak kabar yang mengatakan bahwa perseroan akan menggadaikan saham KPC untuk keperluan tersebut," jelas Mastono.

Namun beberapa hari yang lalu, Investor Relations BUMI Dileep Srivastava mengatakan kepada detikFinance bantahan bahwa perseroan akan menggadaikan saham PT Kaltim Prima Coal (KPC) untuk memperoleh pinjaman tersebut.

"Walaupun pasar mempertanyakan aksi tersebut, pasar sepertinya masih bereaksi positif terhadap aksi tersebut. Pada pembukaan hari ini, BUMI sempat naik. Tekanan beli juga lebih besar ketimbang jual," ujar Mastono.

Sejak dibuka suspensinya 7 November 2008, harga saham BUMI tidak pernah naik sedikit pun. Setiap hari, tidak sampai satu menit perdagangan dibuka, langsung anjlok tajam sampai kena penolakan otomatis (auto rejection) batas bawah. (dro/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads