Ramayana ikut membeli repo saham grup Bakrie karena alasan investasi. Selain di saham grup Bakrie, perseroan juga memiliki investasi di beberapa saham lainnya.
Demikian dikatakan Direktur Keuangan RALS Suryanto, dalam paparan publik di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (14/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan sisanya ada di saham-saham unggulan seperti Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), PP London Sumatra (LSIP), United Tractors (UNTR) dan Indosat (ISAT).
"Minggu lalu kami jual repo saham di harga Rp 1.450 dan semuanya di OTC (Over The Counter)," katanya.
Dia menjelaskan untuk repo saham ELTY pihaknya punya 3 opsi. Pertama, saham itu dipegang Ramayana. Kedua, dimasukkan ke program pinjaman jangka menengah (medium terms notes) dengan total bunga 30%. Ketiga, mix yakni campuran dari opsi tersebut.
"Tapi jika kami ingin menjual repo saat ini belum bisa terima uangnya karena kontrak berakhir 10 Desember. Kelihatannya RALS akan pilih opsi campuran dengan MTN Rp 10-15 miliar dan sisanya di pegang," katanya.
Suryanto menjelaskan alasan investasi repo saham Bakrie karena memberikan bunga investasi yang tinggi. "Karena dulu bunganya gede 14% sedangkan deposito hanya 6%," katanya.
(ir/qom)











































