Review IHSG: BUMI Beraksi

Review IHSG: BUMI Beraksi

- detikFinance
Jumat, 14 Nov 2008 17:19 WIB
Review IHSG: BUMI Beraksi
Jakarta - IHSG ditutup kembali menguat, meski tak sebesar bursa regional dan Wall Street. Sementara saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali beraksi setelah emiten batubara itu mengumumkan rencana buy back.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat (14/11/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik tipis 4,664 poin (0,37%) menjadi 1.264,377. Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 54.258 kali, dengan volume 3,469 miliar unit saham, senilai Rp 3,704 triliun.

Berikut review IHSG oleh eTrading Securities:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menguatnya bursa Dow (+6,67%) diikuti oleh pergerakan bursa regional. Walaupun tidak seperkasa penguatan Bursa Dow, bursa regional ditutup menguat dengan rata-rata kenaikan 2%.

Bursa Indonesia sendiri ditutup menguat tipis di level 1.264,377 (+0,37%) dengan trading value mencapai Rp3,7 trilliun, walaupun sempat terkoreksi pada perdagangan sesi kedua.

Tingginya likuiditas pada perdagangan hari ini ditopang oleh saham BUMI yang transaksinya sendiri mencapai Rp 1,2 trilliun. Investor mulai tertarik untuk mengakumulasi saham perseroan setelah enam hari berturut-turut mengalami auto rejection dan menilai bahwa harga saham sudah under value. Walaupun harga BUMI telah turun drastis (-86% dari puncaknya Rp 8.750), tapi investor masih menilai BUMI memiliki fundamental yang kuat seiring kegiatan operasional perseroan yang dinilai cukup baik.

Tingginya likuiditas hari ini juga ditopang oleh transaksi APEX tutup sendiri pada pukul 14.06 sebanyak 974.870 lot dengan harga Rp 2.450/sahamnya.

Sementara BCIC yang kemarin sempat disuspen kembali diperdagangkan hari ini seiring pihak manajemen BCIC yang memberi penjelasan ke BEI mengenai keterlambatan pembayaran refund. Pergerakan indeks.

Beberapa sektor yang ditutup menguat hari ini adalah consumer (+1,02%) dan infrastruktur (+1,32%). Saham-saham yang menjadi top gainer adalah PTBA (+7,69%) dan BBCA (+6,42%), sedangkan yang menjadi top loser adalah INCO (-6,02%) dan BTEL (-5,97%).   




(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads