Pada penutupan perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Jumat (14/11/2008) data CNBC menunjukkan rupiah hanya terkoreksi 25 poin ke posisi 11.525 per dolar AS. Rupiah hari ini sempat melemah ke 11.840 per dolar AS.
Sementara pemerintah menilai pelemahan rupiah ini masih 'oke' dibandingkan mata uang lokal lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal serupa disampaikan Wapres Jusuf Kalla usai salat Jumat di kantornya. Menurut Wapres, pelemahan nilai mata uang lokal juga terjadi di beberapa negara sebagai akibat likuiditas yang menyusut.
"Karena di seluruh dunia dolar mengering. Karena mengering orang susah cari dolar AS. Maka kurs lokal melemah, ini hanya supply dan demand saja. Tidak ada yang bisa menekan," katanya.
Meski terjadi di hampir semua negara, namun Sofyan menegaskan pemerintah tetap waspada mengawasi pelemahan rupiah. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah tidak akan mentolerir kesalahan sedikit pun, termasuk yang berasal dari rumor-rumor yang beredar.
"Dalam kondisi yang labil seperti saat ini, zero tolerance untuk kesalahan. Semua rumor harus ditanggapi serius oleh pemerintah. Kami akan selalu aware," kata Sofyan. (ir/qom)











































