Upaya rally di menit-menit akhir tak mampu berbuat banyak untuk mengangkat Wall Street dari keterpurukan. Rebound tajam yang sudah direngkuh pada perdagangan Kamis sebelumnya pun tak mampu dipertahankan.
Pada perdagangan Jumat (14/11/2008), indeks Dow Jones Industrial Average kembali turun 337,94 poin (3,82%) ke level 8.497,31. Indeks Standard & Poor's 500 turun 38 poin (4,17%) ke level 873,29 dan Nasdaq merosot 79,85 poin (5%) ke level 1.516,86.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data penjualan ritel AS tercatat turun hingga 2,8% selama Oktober. Konsumen AS terus mengurangi belanja, seiring resesi yang membayangi negaranya. Padahal belanja konsumen adalah kunci utama perekonomian AS dan sumber laba perusahaan-perusahaan.
"Tanpa partisipasi dari sektor riil, Anda tidak akan bisa mendapatkan penguatan yang berkesinambungan," ujar Michael James seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (15/11/2008).
Perdagangan kembali menipis setelah sebelumnya sempat bergairah. Transaksi di New York Stock Exchange tercatat hanya 1,45 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu sebanyak 1,90 miliar. Di Nasdaq, transaksi masih mencapai 2,30 miliar, diatas rata-rata tahun lalu sebanyak 2,17 miliar.
Investor kini menungu hasil pembicaraan dari G20 yang diharapkan mampu menghasilkan sesuatu untuk mengatasi krisis finansial terkini. (qom/qom)











































