"Kami minta doa restu pada publik agar transaksi ini lancar. Semoga tidak terjadi halangan," pinta Corporate Secretary BNBR, R.A. Sri Dharmayanti dalam paparan publik di Wisma Bakrie 2, Jl Rasuna Said, Jakarta, Senin (17/11/2008).
Perseroan berharap proses due diligence dengan Northstar dapat berjalan lancar hingga berakhir 28 November 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam klausul perjanjian, Northstar meminta BNBR mengamankan saham-sahamnya di BUMI yang sebesar 35%. Saat ini sebagian besar saham BUMI milik BNBR sedang digadaikan pada sejumlah institusi.
Oleh karena itu, Northstar menegaskan bahwa nilai transaksi US$ 1,3 miliar berlaku jika BNBR berhasil memberikan 35% saham BUMI secara clear and clean, dalam arti bebas dari masalah gadai saham BNBR.
Jika BNBR tidak berhasil mengumpulkan kembali saham-sahamnya, Northstar mengatakan akan menegosiasikan ulang penawarannya.
Kendati demikian, Presiden Direktur BNBR Nalinkant A Rathod mengatakan hingga saat ini belum ada permintaan negosiasi ulang dari Northstar.
Namun bukan tidak mungkin BNBR tidak dapat mengamankan 35% sahamnya di BUMI. Sebab, 2 dari 10 pinjaman gadai saham BNBR telah mengalami kegagalan alias default akibat penurunan harga saham yang dijaminkan hingga di bawah required collateral level 1,5-3 kali.
Hal ini bisa memicu 2 kreditor tersebut melepas aset saham gadai yang default tersebut ke pasar. Kalau sudah begini, jumlah 35% dapat dipastikan tidak akan dapat dipenuhi oleh BNBR.
Menganggapi hal ini, Direktur Keuangan BNBR Yuanita Rohali mengatakan hingga saat ini belum ada aksi jual dari 2 kreditur yang default tersebut.
"Kami sudah berbicara dengan mereka. Hingga saat ini belum ada yang dilepas di pasar. Jadi 35% masih bisa aman," jelas Yuanita.
Namun seandainya itu terjadi pun, Nalinkant mengatakan perseroan bisa membeli saham BUMI secara langsung dari pasar untuk menutupi kekurangannya.
"Masih bisa beli di pasar jika kurang," ujar Nalinkant.
Akhir dari lika-liku gadai saham grup Bakrie masih belum dapat dipastikan. Segala kemungkinan masih dapat terjadi hingga 28 November mendatang. Oleh karena itu, manajemen perseroan meminta doa restu kepada publik agar proses transaksi dapat berjalan lancar tanpa halangan.
(dro/qom)











































