IHSG Belum akan Membaik

IHSG Belum akan Membaik

- detikFinance
Selasa, 18 Nov 2008 07:28 WIB
IHSG Belum akan Membaik
Jakarta - Pasar saham dalam negeri masih diselimuti banyak sentimen negatif yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum akan membaik.

Buruknya bursa saham global dan regional serta munculnya kabar negatif dari dalam negeri dengan gagal bayarnya grup Bakrie terhadap pinjaman repo saham membuat pelaku pasar waspada.

Sementara bursa utama Asia pada Selasa pagi ini yakni Nikkei dibuka turun 1,26% atau 106,98 poin menjadi 8.415,60. Pelemahan Nikkei mengekor penurunan bursa saham di Wall Street juga berpotensi menekan IHSG.Β 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kekhawatiran terus memburuknya perekonomian dunia terus menekan saham-saham di Wall Street ke titik terendahnya. Apalagi Jepang akhirnya bergabung dengan Eropa berada di jurang resesi.

Pengumuman Citigroup yang akan mem-PHK 52.000 karyawannya atau sekitar 15% dari seluruh karyawan di berbagai belahan dunia, memberi sentimen negatif juga.

Pada perdagangan Senin waktu AS (17/11/2008), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup merosot hingga 223,73 poin (2,63%) ke level 8.273,58. Indeks Standard & Poor's turun hingga 22,54 poin (2,58%) ke level 850,75. Dan Nasdaq juga turun 34,80 poin (2,29%) ke level 1.482,05.

Pada penutupan perdagangan saham Senin kemarin (17/11/2008) IHSG melemah banyak hingga 27,444 poin (2,17%) menjadi 1.236,933.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Panin Sekuritas


IHSG kemarin ditutup melemah -2.1% pada 1.236,933. Pergerakan indeks kemarin relatif sangat volatile. Pada sesi I perdagangan, IHSG sempat berada dalam area positif menyusul pengumuman angka PDB triwulan III-2008 yang lebih baik dibandingkan ekspektasi. Akan tetapi terus melorotnya harga komoditas ditambah berita negatif dari Grup Bakrie membuat indeks tertekan pada sesi sore hari. Kami perkirakan dalam jangka pendek indeks masih akan cenderung melemah. Secara teknikal, belum ada sinyal reversal yang dapat menunjukkan pembalikan arah trend. Kisaran support-resistance 1.200-1.258.

Optima Securities


Indeks ditutup melemah 27Β  poin keposisi 1.236 sedangkan bursa Asia relatif mixed seperti Hang Seng turun 0,1%, Kospi turun 0,9% sedangkanΒ  Nikkei naik 0,7%. Angka PDB kuartalΒ  III-2008 yang mencapai 6,11% (yoy) mensignalkan adanya pelambatan ekonomi sehingga belum mampu menjadi sentimen positifΒ  ke pasar. Investor wait and see menunggu program buy back BUMN serta indeks mendekati level bottom di 1.111 sebagai entry point. Pergerakan indeks diperkirakan terbatas dengan tren melemah di level 1.190-1.260 dengan pilihan saham: TLKM, UNVR, PTBA, dan PGAS.

eTrading Securities


Bursa Indonesia mengawali pekan ini dengan penurunan yang cukup signifikan, dipengaruhi oleh pelemahan pada bursa-bursa saham di dunia akibat sentimen krisis finansial dan jatuhnya harga komoditas seiring penurunan harga minyak dunia. Indeks ditutup melemah 2,1% ke level 1236,9 meski kemarin dirilis data GDP 3Q08 yang lebih baik dari ekspektasi pasar sebesar 6,1%. Data ini menunjukkan bahwa secara fundamental, perekonomian Indonesia masih kuat, meski terdapat potensi penurunan dari penerimaan ekspor.

Grup Bakrie kemarin melangsungkan paparan publik dan menyatakan gagal bayar atas hutang senilai Rp145 miliar kepada Recapital Securities dan PT Aldira. Hal ini memberi sentimen negatif ke pasar pada sesi ke-2 dan membuat seluruh saham Grup Bakrie mengalami tekanan jual.

Sementara bursa US semalam kembali terkoreksi cukup dalam seiring kontraksi yang terjadi di sektor manufaktur akibat penurunan permintaan. Investor masih menunggu keputusan pemerintah apakah akan memberi bantuan finansial kepada 3 produsen otomotif terbesar di US General Motors, Ford Motor dan Chrysler LLC. Rencana Citigroup untuk kembali melakukan lay off terhadap 52.000 pekerjanya semakin memperburuk outlook sektor riil di US yang diperkirakan akan mengalami pelemahan daya beli konsumen. Indeks Dow turun -2,6%, S&P500 -2,6% dan Nasdaq -2,3%.

Bursa Asia sendiri kembali dibuka tertekan pada perdagangan hari ini seiring negatifnya sentimen global dan Jepang yang telah mengalami resesi seiring penurunan GPD selama 2 kuartal berturut-turut. Nikkei -2%, KOSPI -1,7%, AORD -1,2% dan STI -0,9%.

Bursa Indonesia sendiri kami perkirakan akan kembali mengalami tekanan jual pada perdagangan hari ini seiring negatifnya sentimen dari bursa global dan pasar komoditas. Secara teknikal, indeks akan kembali bergerak melemah ke kisaran 1180 jika support 1230 tertembus. Sektor mining, agri dan finance diperkirakan akan kembali mengalami tekanan jual. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 1200 - 1250. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads