UNSP dan ANTM dalam Posisi Jual

Rekomendasi Saham

UNSP dan ANTM dalam Posisi Jual

- detikFinance
Selasa, 18 Nov 2008 09:30 WIB
UNSP dan ANTM dalam Posisi Jual
Jakarta - Resesi yang melanda AS, Eropa dan Jepang membuat permintaan komoditas seperti CPO dan nikel ikut tertekan. Saham Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) dan Aneka Tambang (ANTM) dalam posisi jual.

Panin Sekuritas, Selasa (18/11/2008) mereview, berdasarkan pantauan kami, harga komoditas masih terus melemah pasca pemerintah Jepang mengumumkan bahwa negara tersebut tengah berada dalam resesi.

Perhatian pelaku pasar kini mulai beralih dari berita dalam negeri ke perkembangan ekonomi global. Investor akan mencermati pengumuman angka pertumbuhan ekonomi kuartal 3 untuk melihat negara mana saja yang terkena resesi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kami memperkirakan tekanan pada harga komoditas seperti crude oil, coal, timah, nikel serta CPO masih akan terjadi dalam beberapa waktu mendatang. Efek resesi pada Jepang dan negara maju lainnya secara langsung akan berdampak pada demand komoditas.

Berikut rekomendasi dua saham komoditas secara teknikal.

Bakrie Sumatra Plantation (UNSP), harga komoditas CPO kembali anjlok dan diperkirakan akan mendekati level US$ 400/ton dalam waktu dekat. Secara teknikal saham ini berada dalam pola konsolidasi. Terlihat kecenderungan menyempit pada Bollinger band. Volume juga terlihat terus menurun.

Kami perkirakan hari ini UNSP akan cenderung bergerak melemah. Support berada pada 275 (harian), sementara support berikut pada 210 (lower Bollinger band). Jual.

Aneka Tambang (ANTM), sama seperti halnya UNSP. Saham ini terlihat bergerak dalam pola konsolidasi. Terlihat volatilitas pergerakan harga semakin menyempit, demikian pula dengan volume yang terus menurun.

Kami perkirakan tekanan jual akan terjadi pada saham berbasis komoditas hari ini. ANTM dalam jangka pendek kami perkirakan akan menguji support kuat (retracement 100%) pada level 900. Trading jual.

Disclaimer:

Keputusan untuk melakukan jual, beli atau investasi saham sepenuhnya merupakan tanggung jawab pembaca. Perusahaan pialang yang membuat rekomendasi dan detikFinance tidak bertanggungjawab atas keputusan investasi yang diambil.

(ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads