Jakarta - Kekhawatiran akan resesi global membuat rupiah mengalami tekanan yang besar dari faktor eksternal. Rupiah akhirnya menyentuh ke level 12.000 per dolar AS terendah sejak April 2001, sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam.
Pada perdagangan valas pukul 10.15 WIB, Selasa (18/11/2008) rupiah melemah hingga 160 poin ke posisi 12.050 per dolar AS.
Sedangkan IHSG pada perdagangan sesi I, pukul 10.15 WIB, melemah hingga 54,690 poin (4,42%) menjadi 1.182,243. Pelemahan rupiah dan anjloknya saham grup Bakrie memukul IHSG.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelemahan rupiah terutama dipicu oleh aksi korporasi yang terus membeli dolar AS untuk kebutuhan akhir tahunnya. Perdagangan valas sendiri relatif tipis dan pelaku pasar mulai cemas atas sikap pasrah BI yang melihat pelemahan rupiah sebagai gejala eksternal.
Rupiah cenderung melemah hingga akhir tahun karena ketatnya likuiditas pasar yang membuat keseimbangan baru rupiah terhadap dolar AS bergeser.
(ir/qom)