IHSG dan Rupiah Makin Negatif

Sesi Siang

IHSG dan Rupiah Makin Negatif

- detikFinance
Selasa, 18 Nov 2008 12:20 WIB
IHSG dan Rupiah Makin Negatif
Jakarta - Pasar finansial dalam negeri terus menerus berada di jalur negatif karena kekhawatiran akan resesi global. Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah.

Pada penutupan perdagangan saham sesi I, Selasa (18/11/2008) IHSG anjlok hingga 66,486 poin (5,38%) menjadi 1.170,447.

IHSG mengikuti pelemahan bursa saham Asia seperti Hang Seng turun 2,94%, KOSPI turun 2,17%, Nikkei turun 1,26%, Shanghai turun 2,35%, STI Singapura turun 1,62% dan Taiwan turun 2,9%.Β Β  Β 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jatuhnya saham-saham kelompok Bakrie juga menambah panjang sentimen negatif di lantai bursa. Harga saham enam grup Bakrie semuanya rontok. Β 

Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 melemah 150 poin ke posisi 11.850 per dolar AS. Rupiah sempat melemah ke 12.050 per dolar AS.

Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono kepada detikFinance, Selasa (18/11/2008) mengatakan perekonomian saat ini masih terkait kondisi global khususnya di AS.

"Pelaku pasar tidak puas dengan hasil G20. Harga beberapa komoditi dunia juga menurun. Pasar saham dunia melemah dan investor mengalihkan pada investasi dengan risiko rendah pada US Treasury. Perekonomian ini mempengaruhi pergerakan rupiah," kata Hartadi.

Perdagangan saham sesi siang mencatat transaksi sebanyak 18.354 kali, dengan volume 812 juta saham, senilai Rp 518 miliar. Sebanyak 8 saham naik, 130 saham turun dan 25 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harganya antara lain, Telkom (TLKM) turun Rp 450 menjadi Rp 5.450, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 130 menjadi Rp 1.560, Astra Internasional (ASII) turun Rp 750 menjadi Rp 8.050, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 300 menjadi Rp 2.950, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 175 menjadi Rp 2.550.

Sedangkan saham-saham grup Bakrie yang turun adalah Bumi Resources (BUMI) turun Rp 100 menjadi Rp 950, Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) turun Rp 30 menjadi Rp 275, Bakrieland Development (ELTY) turun Rp 7 menjadi Rp 71, Bakrie Telecom (BTEL) turun Rp 3 menjadi Rp 55, Bakrie & Brothers (BNBR) turun Rp 14 menjadi Rp 131 dan Energi Mega Persada (ENRG) turun Rp 35 menjadi Rp 315. (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads