3 Proyek PLTU CNKO Kena Dampak Krisis

3 Proyek PLTU CNKO Kena Dampak Krisis

- detikFinance
Selasa, 18 Nov 2008 13:22 WIB
3 Proyek PLTU CNKO Kena Dampak Krisis
Jakarta - Tiga pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PT Central Korporindo International Tbk (CNKO) terhambat. Saat ini perseroan tengah melakukan renegosiasi harga dengan PT Perusahaan Listik Negara (PLN Persero).

"Pelaksanaan pembangunan PLTU di 3 lokasi mengalami beberapa kendala. Perseroan melakukan renegosiasi harga dengan PLN," kata Corporate Secretary CNKO, Jafar Chan dalam keterbukaan informasi Bursa Efelk Indonesia (BEI), Selasa (18/11/2008).

Ketiga PLTU tersebut adalah PLTU Pangkalan Bun, Kalimatan Tengah (2X7 megawatt), PLTU Rengat dan PLTU Tembilahan dimana keduanya berada di Riau dan berkapasitas 2X7 megawatt.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, perseroan juga sedang meminta penyelesaian kontrak jangka panjang sebagai jaminan kontinuitas pembelian listrik dari PLN. Sayangnya di tidak menjelaskan nilai harga renegosiasi dan kontrak jangka panjang tersebut.

Sebelumnya perseroan juga telah melakukan renegosiasi dan memperoleh kontrak jangka panjang dengan PLN dengan terealisasinya penandatanganan power purchase agreement (PPA) pada Maret 2007.

Saat ini, proyek pembangunan ketiga PLTU tersebut masih mengalami kendala. Kendlaa tersebut antara lain kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang cukup signifikan tehadap rupiah, revaluasi yuan (RMB) terhadap dolar AS serta kenaiakan harga batu bara.

"Progress Pangkalau Bun sudah mencapai 87,08%, sedangkan Proyek Rengat dan Tembilahan masing-masing baru mencapai 49,66% dan 47,81%," katanya.

Molornya proyek pembangunan ketiga PLTU tersebut lanjut Djafar, mengakibatkan beban anggaran biaya proyek melonjak dibandingkan perencanaan semula. Hal ini akan mempengaruhi terhadap kajian kelayakan dalam pengembalian investasi. (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads