IHSG Berusaha Lepas dari Tekanan

IHSG Berusaha Lepas dari Tekanan

- detikFinance
Rabu, 19 Nov 2008 07:20 WIB
IHSG Berusaha Lepas dari Tekanan
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah dua hari berturut-turut dalam pekan ini mengalami pelemahan. IHSG akan berusaha mengurangi tekanan yang tajam itu.

Salah satu faktor yang bisa mengurangi tekanan terhadap IHSG pada perdagangan Rabu (19/11/2008) adalah rebound yang terjadi di Wall Street.

Pada perdagangan Selasa (18/11/2008), indeks Dow Jones menguat 151,17 poin (1,83%) ke level 8.424,75, Standard & Poor's 500 menguat tipis 8,37 poin (0,98%) ke level 859,12 dan Nasdaq menguat tipis hanya 1,22 poin (0,008%) ke level 1.483,27.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski sempat bergolak tajam, saham di Wall Street bisa rebound setelah ada pengumuman Hewlett-Packard (HP) yang mencatat kinerja baik, meredam sentimen negatif dari Citigroup yang sedang kepayahan.

Sementara bursa saham di Jepang pada pembukaan Rabu pagi ini relatif datar dengan hanya terkoreksi tipis 0,09 poin atau 7,79 poin ke posisi 8.320,62.

Pelaku pasar dalam negeri akan memanfaatkan aksi beli selektif terhadap saham-saham yang harganya sudah di bawah. Pergerakan rupiah dan sentimen saham Bakrie juga akan mewarnai pergerakan IHSG.Β 

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa kemarin (18/11/2008) IHSG anjlok 47,071 poin (3,81%) menjadi 1.189,862.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Indeks kembali terkoreksi 47 poin menjadi 1.189 mengikuti bursa Asia seperti Hang Seng -4,5% dan Nikkei -2,2%. IHSG mendekati titik terendah bulan Oktober lalu di level 1.089. Semua indikator teknikal masih memberikan sinyal bearish belum ada tanda reversal dalam jangka pendek. Pelemahan selanjutnya masih berpotensi kembali dengan kisaran pergerakan 1.120-1.230.Β 

Panin Sekuritas

Pada perdagangan kemarin, IHSG merosot -3.81% mengikuti gerak bursa regional yang bergerak negatif menyusul resesi yang terjadi di Jepang, serta beberapa negara maju lainnya. Seperti diketahui Jepang dan Singapura merupakan dua mitra dagang utama Indonesia. Efek resesi yang dialami negara tersebut, otomatis akan mengancam kinerja ekspor dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Investor global juga masih menanti angka pertumbuhan PDB kuartal 3 dari beberapa negara besar, seperti Amerika Serikat yang akan diumumkan pekan depan.

Selain faktor regional, anjloknya nilai tukar rupiah juga menjadi sentimen negatif tambahan bagi pasar. Seiring dengan minimnya sentimen positif, hari ini kami perkirakan untuk beberapa waktu mendatang IHSG masih akan bergerak melemah menuju support di 1.106.

eTrading Securities


Bursa Indonesia kemarin kembali ditutup di teritori negatif selama 2 hari berturut-turut dalam pekan ini. Indeks kembali melemah 3,8% ke level 1189,8 seiring pelemahan bursa regional dan penurunan harga-harga komoditas. Kembali dibukanya perdagangan saham BNBR dan ENRG juga menjadi sentimen negatif bagi bursa seiring kembali jatuhnya seluruh saham-saham grup Bakrie di pasar. Sektor consumer menjadi penahan laju penurunan indeks dengan menguatnya INDF dan UNVR.

Sementara bursa US berhasil rebound pada akhir sesi perdagangan kemarin meski sempat bergerak sangat volatile. Sentimen positif datang dari sektor teknologi dan energy related di US setelah Hewlett-Packard Co menyatakan kinerja 4Q08 dan 2009 ke depan akan lebih baik dari ekspektasi analis. Namun, sentimen negatif kembali datang dari data wholeseller price yang turun ke level terendah dan turunnya homebuilder confidence ke titik terendah sepanjang masa. Dow berhasil rebound +1,8%, S&P500 +1%, Nasdaq +1,2%. Bursa Asia sendiri belum mampu turut menguat pada perdagangan hari ini. Nikkei -0,2%, KOSPI -2%.

Bursa Indonesia sendiri nampaknya belum akan mampu untuk rebound hari ini seiring minimnya sentimen positif dan masih besarnya tekanan jual pada saham-saham grup Bakrie yang akan mampu menekan pergerakan indeks. Harga miyak yang kembali mencetak rekor terendah sejak Januari 2007 di level US$54/barrel akan menekan saham-saham sektor mining, agri dan energy related. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 1150 - 1200.
(ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads