"Peningkatan laba bersih didorong oleh pertumbuhan penjualan tahun ini," ujar Direktur Keuangan SGRO, Sie Eddy Kurniawan dalam paparan di Graha Niaga, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Rabu (19/11/2008).
Penjualan yang dibukukan sebesar Rp 1,858 triliun, naik 117,1% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 856,2 miliar. Pos laba kotor sebesar Ro 697,74 miliar, meningkat 152,4% dari sebelumnya Rp 276,42 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peningkatan penjualan didorong oleh naiknya volume penjualan dan harga jual rata-rata pada 3 komoditas utama," jelas Eddy.
Volume penjualan minyak sawit hingga September 2008 sebanyak 200.641 ton, naik 60% dibanding periode yang sama tahun lalu 125,024 ton. Harga jual minyak sawit naik 34% menjadi Rp 7.810/kilogram dari sebelumnya Rp 5.809/kg.
Volume penjualan inti sawit meningkat 76% menjadi 51.873 ton dari sebelumnya 29.422 ton. Harga jual rata-rata inti sawit juga naik 37% menjadi Rp 4.152/kg dari sebelumnya Rp 3.021/kg.
Kecambah juga naik signifikan 49% menjadi 14.513 ribu biji dari sebelumnya 9.746 biji. Harga jual rata-rata kecambah naik 42% menjadi Rp 4.869/biji dari sebelumnya Rp 3.437/biji.
Volume penjualan karet turun tipis 3% menjadi 387 ton dari sebelumnya 401 ton. Namun peningkatan harga jual rata-rata sebesar 47% menjadi Rp 13.983/kg dari sebelumnya Rp 9.536/kg mendorong penjualan komoditas ini tetap tumbuh positif. (dro/ir)











































