"Produksi TBS kelihatannya akan menurun tahun ini," ujar Direktur Keuangan SGRO, Sie Eddy Kurniawan usai paparan di Graha Niaga, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Rabu (19/11/2008).
Pada tahun 2007, produksi TBS SGRO sebanyak 1,181 juta ton. Target produksi TBS SGRO tahun ini sebesar 900 ribu ton. Artinya, produksi TBS bakal terkoreksi 23,79%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama periode Januari-September 2008, produksi TBS SGRO baru mencapai 834.216 ton, naik 35,23% dibandingkan periode yang sama 2007 sebanyak 616.861 ton.
Namun pada triwulan IV-2007, produksi TBS perseroan mencapai 564.198 ton. Hasil tersebut mendongkrak rasio pertumbuhan produksi TBS tahun lalu.
Pada tahun 2008, produksi TBS SGRO terus mengalami penurunan setiap triwulan. Pada triwulan I-2008, produksi TBS perseroan sebanyak 331.105 ton. Pada triwulan II-2008 sebanyak 278.288 ton dan pada triwulan III-2008 sebanyak 224.823 ton.
"Penurunan ini masih berlanjut pada triwulan IV-2008. Sepanjang Oktober hingga awal November, produksi TBS masih menurun. Kami perkirakan peningkatan produksi TBS baru kembali terjadi pada akhir November," jelas Eddy.
Untuk mencapai target produksi TBS di 2008 yang sebanyak 900 ribu ton, perseroan hanya membutuhkan produksi triwulan IV sebanyak 65.784 ton. Sebagaimana dijelaskan Eddy, perseroan optimis target tersebut dapat tercapai.
Namun jika dibandingkan dengan produksi TBS tahun lalu, perseroan masih akan membukukan pertumbuhan negatif.
"Penurunan disebabkan lahan-lahan baru belum menghasilkan produksi TBS. Namun tahun depan kami optimis produksi TBS akan kembali normal dan tumbuh," ujar Eddy.
Sayangnya, ia belum bisa menginformasikan proyeksi kinerja perseroan tahun depan.
"Masih kami hitung-hitung lagi, karena dengan kondisi seperti ini perhitungan proyeksi kinerja harus dilakukan dengan hati-hati," ujar Eddy.
(dro/ir)











































