Pelemahan rupiah yang sempat menyentuh level 12.000 per dolar AS juga membut pasar saham ikut tergerus.
Pada penutupan perdagangan saham Rabu (19/11/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 9,505 poin (0,8%) menjadi 1.180,357. Sedangkan pada penutupan sesi II IHSG tergerus 23,729 poin (1,99%) menjadi 1.166,133.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG mengikuti pelemahan yang terjadi hampir di semua bursa Asia seperti Hang Seng turun 0,77%, KOSPI turun 1,87%, Nikkei turun 0,66%, STI Singapura turun 1,7%, Taiwan turun 0,49%. Sedangkan indeks Shanghai naik 6,05%.
Pelaku pasar sangat membatasi pembelian saham karena fluktuasi yang terjadi di pasar global membuat investor harus berhati-hati. Transaksi saham pun hanya berlangsung tipis.
Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 33.434 kali, dengan volume 2,011 miliar unit saham, senilai Rp 1,304 triliun. Sebanyak 42 saham naik, 107 saham turun dan 51 saham stagnan.
Saham-saham yang turun harganya antara lain, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 125 menjadi Rp 2.850, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 350 menjadi Rp 5.550, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 60 menjadi Rp 1.480, United Tractors (UNTR) turun Rp 150 menjadi Rp 3.475 dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 50 menjadi Rp 8.500.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain, Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 5.600, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 10 menjadi Rp 1.600 dan Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 125 menjadi Rp 2.750.
Sedangkan enam saham grup Bakrie mengalami penurunan harga yaitu Bumi Resources (BUMI) turun Rp 90 menjadi Rp 860, Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) turun Rp 25 menjadi Rp 250, Bakrieland Development (ELTY) turun Rp 5 menjadi Rp 66, Bakrie Telecom (BTEL) turun Rp 2 menjadi Rp 53, Bakrie & Brothers (BNBR) turun Rp 13 menjadi Rp 118 dan Energi Mega Persada (ENRG) turun Rp 30 menjadi Rp 285. (ir/qom)











































