"Net transaksi harian repo sekitar Rp 2 triliun yang melibatkan sekitar 45 AB (anggota bursa/sekuritas/broker)," ungkap Direktur Perdagangan Fixed Income dan Derivatif, Keanggotaan dan Partisipan BEI, Guntur Pasaribu di kantornya, SCBD, Jakarta, Kamis (20/11/2008).
Laporan repo yang disampaikan AB tersebut merupakan tanggapan atas surat yang dilayangkan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada para AB awal pekan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara peraturan belum berlaku, BEI melayangkan surat edaran pada AB meminta kesediaan melaporkan transaksi repo secara harian. Jumlah transaksi repo yang dilaporkan sebesar Rp 2 triliun merupakan angka sementara, belum menjadi angka final.
"Angkanya masih bisa berubah tiap harinya. Tergantung kesediaan broker melaporkan," ujar Guntur.
Sejauh ini data yang diperoleh dari laporan AB, transaksi repo senilai Rp 2 triliun tersebut tidak hanya dilakukan dengan berbasis saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), melainkan juga saham-saham unggulan lainnya seperti PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan sebagainya.
"Selain saham, repo obligasi juga dilaporkan oleh AB. Cukup banyak," ujar Guntur.
Kendati data sementara menunjukkan nilai repo mencapai Rp 2 triliun dan melibatkan 45 AB, Guntur menekankan bahwa aktifitas tersebut tidak membuat Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) para AB menjadi terancam.
"MKBD 121 AB masih di atas Rp 25 miliar. Walaupun ada transaksi repo, mungkin banyak yang di settle secara bilateral," jelas Guntur. (dro/ir)











































