IHSG masih akan berada di zona buruk dalam perdagangan saham akhir pekan Jumat (21/11/2008) karena dominannya faktor eksternal. Tidak ada satu pun kabar segar baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang bisa mengangkat IHSG.
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS makin menambah panjang sentimen negatif di pasar. Investor memilih wait and see hingga ada peluang untuk masuk dalam kondisi yang aman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS (20/11/2008), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup merosot hingga 444,99 poin (5,56%) ke level 7.552,29.
Indeks Standard & Poor's 500 anjlok hinga 54,14 poin (6,71%) ke level 752,44, Nasdaq anjlok hingga 70,30 poin (5,07%) ke level 1.316,12.
Indeks S&P kini berada di level terendah sejak 13 tahun terakhir. S&P tercatat sudah anjlok hingga 52% sejak menembus rekor tertingginya pada Oktober 2007. Namun rekor penurunan tertinggi masih terjadi pada kurun waktu 1930-1932 saat S&P anjlok hingga 33%.
Ambruknya Wall Street telah membuat bursa saham utama Asia Jumat pagi ini ikut merosot. Indeks Nikkei Jepang turun 1,33% atau 102,69 poin menjadi 7.600,35 dan KOSPI turun 2% atau 18,95 poin menjadi 929,74.
Sementara pada penutupan perdagangan saham Kamis kemarin (20/11/2008) IHSG turun 25,387 poin (2,15%) menjadi 1.154,970
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima securities
Indeks ditutup melemah 25 poin menjadi 1.154Β mengikuti bursa Asia seperti Hang Seng -4% dan Nikkei -6,8%. Depresiasi rupiah yang sempat menembus level Rp 12.440 menjadi sentimen negatifΒ ke pasar ditandai dengan tipisnya transaksi yang hanya mencapai Rp 1 triliun.
Investor menunggu level bottom yang pernah terjadi di posisi 1.089Β untuk mulai akumulasi saham. Tekanan jual masih cukup kuat sehingga potensi pelemahan masih mungkin terjadi karena dari indikator Fast Stochastic belum membentuk pola golden cross demikian juga untuk Williams% masih dalam area oversold. Indeks diproyeksikan bergerak diposisi 1.111-1.180 dengan pilihan saham: INTP, ISAT, UNVR, TLKM, dan ASII.
Panin Sekuritas
Bursa saham Asia, termasuk IHSG, kemarin turun signifikan menyusul anjloknya Wall Street. Seperti diberitakan, pasar di AS masih menunggu kepastian bailout terhadap 3 perusahaan otomotif terbesar di negara tersebut. Jika dibiarkan collapse, dipastikan secara langsung akan mempengaruhi perekonomian negara tersebut. Sementara di dalam negeri, pergerakan rupiah masih sangat fluktuatif. Hal tersebut memberikan sinyal negatif pagi investor.
Meski saat ini indeks sudah memasuki area oversold, akan tetapi investor terlihat masih ragu untuk masuk. Terlihat transaksi dalam beberapa hari terakhir hanya berkisar Rp 1 T. Sementara hari ini, kami perkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Dapat diperhatikan peluang untuk trading harian pada saham telekomunikasi, consumer goods. Sementara saham pertambangan kami perkirakan masih akan tertekan seiring dengan harga komoditas yang berada dalam downtrend. Kisaran support-resistance 1.106-1.170.
eTrading Securities
Kemarin bursa Indonesia kembali menyerap sentimen negatif dari bursa Global dan ditutup melemah signifikan. Indeks berhasil menembus support kuat di level 1187 dan tertahan di support berikutnya di level 1150. IHSG melemah 2,1% ke level 1.154,9 dengan total transaksi hanya sekitar Rp1,03 triliun, terendah sejak Juli 2006. Hampir semua market mover mengalami penurunan terutama sektor mining dan banking yang selama pekan ini terus tertekan.
Bursa AS sendiri kembali terkoreksi signifikan semalam setelah Kongres menolak rencana bailout bagi 3 raksasa otomotif US sebelum mereka menyerahkan rencana penggunaan dana tersebut untuk restrukturisasi. Hal ini menjadi sentimen yang sangat negatif bagi bursa US seiring kekhawatiran berhentinya roda sektor riil US jika ketiga perusahaan ini kolaps, ditambah dengan tingkat pengangguran yang telah mencapai rekor terburuk sejak 16 tahun terakhir. Indeks Dow kembali mencetak rekor terendah dalam 6 tahun terakhir dan melemah -5,5%, Nasdaq -5,1%, dan S&P500 -6,7%. Saham-saham sektor energy juga tertekan seiring penurunan harga minyak dunia yang telah mencapai US$49,6/barrel, terendah sejak Mei 2005. Bursa Regional melemah signifikan, Nikkei -3%, KOSPI -1,5% & STI -2,3%.
Bursa Indonesia kembali dipastikan akan turut melemah seiring buruknya sentimen dari bursa Global. Kecilnya trading value juga diperkirakan akan memperdalam penurunan indeks seiring tidak adanya bargain buying dari investor. Indeks diperkirakan akan kembali menembus level 1150 dan bergerak menuju support terendah tahun ini di 1089. Sektor consumer, Telco dan cement akan menjadi tempat berlindung paling baik dalam kondisi sekarang.
(ir/ir)











































