Pengambilalihan Bank Century oleh pemerintah membuat pelaku pasar cemas bahwa krisis finansial global masih akan berdampak terhadap ekonomi Indonesia. Melemahnya rupiah hingga ke 12.000/US$ ikut memberikan sentimen negatif ke bursa saham.
Meski sebagian bursa saham Asia sudah rebound, investor memilih keluar dari saham bank dan beralih kepada saham-saham pertambangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks LQ-45 turun 2,402 poin (1,1%) menjadi 215,979 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,916 poin (0,51%) menjadi 179,355.
Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 51.835 kali, dengan volume 2,369 miliar unit saham, senilai Rp 1,571 triliun. Sebanyak 58 saham naik, 75 saham turun dan 45 saham stagnan.
Saham-saham yang meorosot harganya antara lain, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 75 menjadi Rp 2.525, Telkom (TLKM) turun Rp 250 menjadi Rp 5.500, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 125 menjadi Rp 2.575, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 10 menjadi Rp 1.330 dan Bank Danamon (BDMN) turun Rp 75 menjadi Rp 1.900.
Saham-saham yang naik harganya antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 160 menjadi Rp 1.760, United Tractors (UNTR) naik Rp 25 menjadi Rp 3.175, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 150 menjadi Rp 5.400.
Sementara bursa saham Asia pada hari ini sudah mulai rebound seperti Hang Seng naik 2,93%, KOSPI naik 5,8%%, Nikkei naik 2,7%, STI Singapura naik 3,11% dan Taiwan naik 1,98%. Sedangkan indeks Shanghai turun 0,72%,
(ir/qom)











































