IHSG Lihat Pergerakan Regional

IHSG Lihat Pergerakan Regional

- detikFinance
Senin, 24 Nov 2008 07:35 WIB
IHSG Lihat Pergerakan Regional
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami rebound setelah pekan lalu mengalami penurunan yang terus menerus. Namun pelaku pasar juga akan melihat kemana pergerakan bursa regional dan fluktuasi rupiah.

Pada perdagangan saham awal pekan ini, Senin (24/11/2008) IHSG diprediksi akan bergerak variatif dengan kecenderungan pindah ke zona positif. Saham-saham unggulan akan kembali dilirik investor meski dengan melakukan pembelian terbatas.

Satu hal yang bisa menjadi sentimen buruk adalah fluktuasi rupiah yang hingga kini masih belum bisa diredam oleh bank sentral. Turunnya rupiah membuat investor 'malas' berinvestasi di pasar modal Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara bursa saham Korea pada Senin pagi ini dibuka melemah tipis 0,7% atau 7,5 poin ke posisi 996,23. Sedangkan bursa saham Australia rebound 0,3% atau 11,7 poin menjadi 3.428,2.

Sedangkan pada Jumat pekan lalu saham Wall Street langsung melonjak tajam setelah adanya kepastian presiden terpilih AS Barack Obama akan memilih Timothy Geithner menjadi menteri keuangan AS.

Geithner (47 tahun) yang kini menjabat gubernur bank sentral bagian New York dianggap pelaku pasar sebagai sosok yang tepat menangani krisis yang berkepanjangan ini.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat waktu AS (21/11/2008) indeks Dow Jones naik 494,13 poin atau 6,54% menjadi 8.046,42. Nasdaq naik 68,23 poin atau 5,18% menjadi 1.384,35 dan S&P 500 naik 47,59 poin atau 6,32% menjadi 800,03.

Sementara pada penutupan perdagangan saham Jumat pekan lalu (21/11/2008) IHSG turun 8,694 poin (0,75%) menjadi 1.146,276.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

eTrading Securities

Bursa Indonesia selama pekan kemarin membukukan penurunan selama 5 hari berturut-turut dan membawa indeks menembus support kuat di level 1150 atau turun lebih dari 9% dalam sepekan. Tekanan sentimen negatif dari bursa US yang mengalami penurunan signifikan selama 2 hari berturut-turut dan diperparah dengan sempat anjloknya harga minyak dunia ke level US$ 48/barrel membawa bursa Indonesia tak mampu keluar dari teritori positif. Rata-rata trading value yang hanya sekitar Rp1,41 triliun dan bahkan sempat mencetak rekor terendah sepanjang 2,5 tahun terakhir dengan trading value hanya Rp1,03 triliun menjadi indikasi bahwa investor masih wait and see dan belum masuk ke bursa.

Sementara bursa US berhasil rebound pada akhir pekan kemarin, setelah sebelumnya selama 2 hari berturut-turut melemah lebih dari 5%. Dow Jones berhasil rebound signifikan 6,5% pada akhir sesi perdagangan pekan kemarin. Sentimen positif datang dari penunjukkan Timothy Geithner, Gubernur New York Federal Reserve Bank, sebagai menteri keuangan pada kabinet Obama.

Bursa Indonesia sendiri diperkirakan akan rebound pada awal pekan ini memfaktorkan reboundnya bursa US pada akhir pekan lalu. Kami memperkirakan, secara teknikal indeks akan mampu berada dalam pola bullish jangka pendek seiring besarnya potensi terjadi golden cross pada IHSG dan beberapa saham lain seperti BBRI, BMRI, BDMN, PTBA, ASII dan ISAT. Potensi rebound jangka pendek kami perkirakan akan mampu membawa indeks kembali ke kisaran level 1200 pada pekan ini. Rentang pergerakan indeks pada hari ini akan berada pada kisaran 1130 – 1180. (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads