Investor Summit di Tengah Krisis

Investor Summit di Tengah Krisis

- detikFinance
Selasa, 25 Nov 2008 09:16 WIB
Investor Summit di Tengah Krisis
Jakarta - Krisis finansial yang terus melanda dunia belum ketahuan ujungnya. Akibatnya banyak investor ragu untuk investasi di pasar modal saat pasar sedang lesu. Otoritas bursa mencoba mengajak investor untuk melihat peluang investasi di masa krisis.

Untuk membangun optimisme investor, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menggelar kegiatan 'Investor Summit and Capital Market Expo 2008'

Acara dengan tema 'Managing Investment in Time of Crisis' diselenggarakanΒ  pada 25-26 November 2008 di The Ritz Carlton, Pacific Place, SCBD, Jakarta. Acara ini adalah kelanjutan dari Indonesia Investor Forum and Capital Market Expo pada tahun-tahun sebelumnya. Bedanya acara kali ini diselenggarakan di tengah ganasnya sentimen krisis global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investor diharapkan makin terbuka pandangannya setelah mengikuti acara ini karena dalam investor summit ini pemerintah yang diwakili Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menneg BUMN Sofyan Djalil serta Ketua Bapepam LK Fuad Rahmany juga membuka kesempatan kepada publik untuk bertanya tentang masalah dan kondisi ekonomi saat ini.

Sebanyak 28 perusahaan terbuka yang melantai di BEI juga akan memaparkan kondisi perusahaan. Publik juga akan mendapat cerita sukses dari pengusaha-pengusaha yang kini sudah mapan seperti Mochtar Riady yang akan memberikan support untuk tidak gampang menyerah.

Acara hari ini akan dibuka oleh Menteri Keuangan pukul 09.00 WIB, lalu tanya jawab dengan menkeu dan dilanjutkan dengan seminar besar bertema 'Krisis global dan minat investasi di Indonesia'.

Setelah itu mulai pukul 14.25 WIB, sebanyak 12 emiten akan melakukan paparan publik dimulai dari Telkom (TLKM), Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA), Astra Agro Lestari (AALI), Indocement Tunggal Prakarsa (INTP), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Indosat (ISAT), PT Timah (TINS) Semen Gresik (SMGR), Bank Mandiri (BMRI), Wijaya Karya (WIKA, United Tractors (UNTR), dan Bank Central Asia (BBCA).

Di hari kedua juga ada seminar oleh Menneg BUMN dengan tema peranan BUMN dalam menggerakkan sektor rill di tengah krisis global. Dilanjutkan presentasi Ketua Bapepam mengenai dampak krisis keuangan global serta cerita sukses dari Mochtar Riady.

Di hari kedua ini ada 16 emiten yang akan melakukan paparan publik dimulai dari Perusahaan Gas Negara (PGAS), Pembangunan Jaya Ancol (PJAA), International Nickel Indonesia (INCO), PP London Sumatra (LSIP), Adhi Karya (ADHI), Bakrieland Development (ELTY), Bank CIMB Niaga (BNGA), Barito Pacific (BRPT), Media Nusantara Citra (MNCN), Unilever Indonesia (UNVR), Berlian Laju Tanker (BLTA),Β  Indo Tambangraya Megah (ITMG), Elnusa (ELSA), Aneka Tambang (ANTM), Jasa Marga (JSMR), dan Kalbe Farma (KLBF).

Masih ingin tahu tentang kondisi pasar modal dan krisis global? Sambangi saja Investor Summit 2008.
(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads