Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah di sela-sela acara Investor Summit 2008 di Hotel Ritz Carlton, SCBD Sudirman, Jakarta, Selasa (35/11/2008).
"Saat ini kami masih kumpulkan informasi dari berbagai sumber seperti dari data bank. Setelah dikumpulin lalu dipelajari dan dianalisa, setelah itu baru kita putuskan. Ini butuh waktu, bisa sampai 3 bulanan," katanya.
Menurutnya, prospek untuk berinvestasi di Iran saat ini sangat bagus. Iran memiliki jumlah penduduk sekitar 75 juta orang dengan pendapatan per kapita sekitar US$ 10.000.
Ia mengatakan, perusahaan yang diincar sudah memiliki pelanggan yang cukup banyak. Perusahaan tersebut menguasai 70 persen pangsa pasar pemakai telepon selular di Iran.
"Orang yang menggunakan seluler di Iran sebanyak 30-35 juta orang, 70 persennya dipegang oleh mereka," ujarnya.
Ia mengaku Telkom belum menyiapkan dana untuk rencana akuisisi tersebut. Telkom baru akan mencari dan menyiapkan dananya jika kajiannya sudah rampung.
"Kita belum siapkan dana, nanti tunggu clear baru siapkan," imbuhnya.
Menurutnya, dana kas perseroan saat ini berada di kisaran Rp 8-9 triliun. Ia memperkirakan bakal ada opsi pinjaman perbankan untuk akuisisi tersebut. (ang/ir)











































