PTBA Negosiasi Ulang Harga Jual Listrik ke PLN

PTBA Negosiasi Ulang Harga Jual Listrik ke PLN

- detikFinance
Selasa, 25 Nov 2008 15:03 WIB
PTBA Negosiasi Ulang Harga Jual Listrik ke PLN
Jakarta - PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) sedang melakukan negosiasi kembali harga jual listrik dari PLTU Mulut Tambang Banjarsari pada PLN. Sebelumnya telah disepakati harga jual US$ 3,87 cent/kwh.

"Kami sedang melakukan negosiasi ulang kesepakatan harga jual listrik ke PLN dari PLTU Banjarsari," ungkap Direktur Utama PTBA, Sukrisno dalam paparan publik di hotel Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Selasa (25/11/2008).

PLTU Mulut Tambang Banjarsari (2x100 MW) merupakan salah satu proyek yang sedang dikembangkan perseroan bersama PJB. Kebutuhan batubaranya sekitar 1 juta ton per tahun. Targetnya beroperasi 2011.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Negosiasi dilakukan karena ada peningkatan biaya-biaya investasi, sehingga negosiasi ulang harga jual perlu kami lakukan," jelas Sukrisno.

Kondisi krisis keuangan global juga sedikit menghambat proyek pembangunan PLTU Mulut Tambang Banko Tengah (4x600 MW) yang ditargetkan rampung di 2013. Nilai investasi proyek ini sekitar US$ 2,7 miliar.

"Kendalanya adalah pendanaan proyek sehubungan dengan ketatnya likuiditas dan krisis global. Negosiasi harga jual listrik ke PLN juga masih berlangsung," jelas Sukrisno.

Sayangnya Sukrisno belum dapat mengatakan harga jual listrik yang sedang dinegosiasikan ke PLN dari dua PLTU tersebut.

"Nggak etis kalau kami sebutkan selagi negosiasi berlangsung. Tapi kami inginnya secepatnya, supaya penghitungan investasi dapat segera mencapai final," ujar Sukrisno.

Kinerja


PTBA menargetkan penjualan batubara 2009 sebesar 15,5 juta ton naik 19% dari tahun 2008 sebesar 13 juta ton.

Hingga akhir tahun 2008 perolehan pendapatan diproyeksi sebesar Rp 7 triliun dengan proyeksi laba bersih Rp 1,8 triliun. Untuk tahun 2009 perseroan menargetkan pendapatan Rp 10 triliun.

"Kenapa kita yakin tahun 2009 kinerja masih bagus, padahal batubara harganya lagi turun, karena kalau kita bandingkan dengan harga awal batubara sekitar US$ 90 per ton, meskipun posisinya saat ini sudah turun dari US$ 180 menjadi US$ 125 itu berarti pada dasarnya kita masih untung. Jadi kita optimistis target kinerja 2009 masih akan bagus,"jelas Sukrisno. (dro/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads