"Tahun depan kita proyeksikan pertumbuhan dari 0 persen hingga minus 5 persen," kata Direktur Keuangan Indocement Christian Kartawijaya dalam konferensi pers di acara Investor Summit 2008 di Hotel Ritz Carlton, SCBD Sudirman, Jakarta, Selasa (25/11/2008).
Hingga Oktober 2008, pertumbuhan permintaan (demand) semen tumbuh 14,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun adanya perlambatan permintaan semen ekspor dan dalam negeri, maka di akhir tahun 2008 diperkirakan akan menurun hingga hanya 11 persen dari tahun sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Capex
Indocement mengalokasikan belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar US$ 90 juta di tahun 2009. Dana sebesar itu akandiambil seluruhnya dari kas internal perseroan.
"Tahun lalu capex kita US$ 50 juta, tahun ini meningkat menjadi US$ 80-90 juta. Sebagian besar digunakan untuk menyelesaikan penambahan unit penggilingan semen di pabrik yang sudah ada di Cirebon," jelasnya.
Menurutnya, penambahan unit tersebut bernilai US$ 50 juta dan sudah dimulai sejakpertengahan tahun ini. Diperkirakan unit tersebut sudah siap beroperasi bulan Juni2009 sehingga menambah kapasitas produksi perseroan sebanyak 1,5 juta ton menjadi total kapasitasnya 18,6 juta ton.
"Jadi kita akan siap mensuplai semen jika pemerintah jadi mendorong sektor infrastruktur," ungkapnya. (ang/ir)











































