Hal ini dikatakan oleh Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono dalam acara "Investor Summit & Capital Market Expo 2008" di Hotel Ritz Charlton, Pacific Place, SCBD, Jakarta, Selasa (25/11/2008).
"Kita terus berusaha agar spekulasi bisa kita batasi dengan berbagai ketentuan yang ada, untuk meminimalkan spekulasi nilai tukar," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kita harus terus menjaga confidence, dan yang penting adjustment yang dilakukan sesuai. Yaitu kalau memang ada pelemahan, maka melemahnya bertahap dan gradual," tuturnya.
Menurutnya BI akan terus menjaga agar pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak terjadi tiba-tiba sehingga menyulitkan sektor riil untuk melakukan perencanaan bisnisnya.
"Jadi dari waktu ke waktu kita tetap terus berada di pasar untuk menjaga pergerakan nilai tukar," imbuhnya.
Sementara itu mengenai besaran cadangan devisa, Hartadi mengatakan besaran cadangan devisa saat ini memang menurun menjadi sekitar US$ 50 miliar. "Tapi jangan menjadikan ini big deal, karena negara lain juga mengalami penurunan, malah banyak yang lebih besar dari kita," tambahnya.
Meskipun ekspor mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir, namun neraca berjalan (current account) masih surplus. "Jadi masih ada tambahan kepada cadangan devisa, meski surplus current account kita tidak sebesar dulu," jelasnya.
Untuk meredam kurs agar tidak overshoot, BI telah berada di pasar. Perolehan devisa migas sebagai sumber cadangan devisa tetap memadai. (dnl/ir)











































