BI Minimalkan Aksi Spekulasi Rupiah

BI Minimalkan Aksi Spekulasi Rupiah

- detikFinance
Selasa, 25 Nov 2008 17:39 WIB
BI Minimalkan Aksi Spekulasi Rupiah
Jakarta - Bank Indonesia terus berupaya untuk meminimalkan berbagai tindakan spekulasi terhadap rupiah agar tidak terjadi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang makin tidak terkendali.

Hal ini dikatakan oleh Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono dalam acara "Investor Summit & Capital Market Expo 2008" di Hotel Ritz Charlton, Pacific Place, SCBD, Jakarta, Selasa (25/11/2008).

"Kita terus berusaha agar spekulasi bisa kita batasi dengan berbagai ketentuan yang ada, untuk meminimalkan spekulasi nilai tukar," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hartadi mengatakan dalam situasi krisis keuangan global yang terjadi saat ini, memang akan ada keseimbangan baru untuk mata uang dolar AS dan juga penyesuaian seduai dengan berbagai situasi yang terjadi di pasar.

"Tapi kita harus terus menjaga confidence, dan yang penting adjustment yang dilakukan sesuai. Yaitu kalau memang ada pelemahan, maka melemahnya bertahap dan gradual," tuturnya.

Menurutnya BI akan terus menjaga agar pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak terjadi tiba-tiba sehingga menyulitkan sektor riil untuk melakukan perencanaan bisnisnya.

"Jadi dari waktu ke waktu kita tetap terus berada di pasar untuk menjaga pergerakan nilai tukar," imbuhnya.

Sementara itu mengenai besaran cadangan devisa, Hartadi mengatakan besaran cadangan devisa saat ini memang menurun menjadi sekitar US$ 50 miliar. "Tapi jangan menjadikan ini big deal, karena negara lain juga mengalami penurunan, malah banyak yang lebih besar dari kita," tambahnya.

Meskipun ekspor mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir, namun neraca berjalan (current account) masih surplus. "Jadi masih ada tambahan kepada cadangan devisa, meski surplus current account kita tidak sebesar dulu," jelasnya.

Untuk meredam kurs agar tidak overshoot, BI telah berada di pasar. Perolehan devisa migas sebagai sumber cadangan devisa tetap memadai. (dnl/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads