Hal tersebut dikemukakan oleh Direktur Operasional II Wika Slamet Maryono dalam konferensi pers di acara Investor Summit 2008 di Hotel Ritz Carlton, SCBD Sudirman, Jakarta, Selasa (35/11/2008).
"Wika sebagai lead investor memiliki 55 persen saham dalam proyek tersebut, sisanya ada perusahaan daerah bernama Jasa Sarana 40 persen dan RNI 5 persen," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pekerjaan infrastrukturnya akan dikerjakan Wika sendiri. Untuk kepemilikan saham masih ada peluang untuk mengajak investor laib gabung," pungkasnya.
Perseroan juga sudah mengantongi 9 proyek pltu dengan total kontrak senilai Rp 2,9 triliun yang sebagian sudah berjalan sejak awal tahun lalu.
Proyek-proyek tersebut antara lain, PLTU Banten- Labuan, PLTU Sulawesi Utara, PLTU Kalimantan Selatan, PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Muara Karang, PLTU Indramayu, PLTU Labuhan Angin, PLTU Celukan Bawang Bali, dan PLTU Tanjung Priok.
"Proyek-proyek tersebut rata-rata selesai di tahun 2010, kecuali untuk Labuhan Bantar Angin sebentar lagi bisa beroperasi dan Tanjung Priok akan segera dimulai akhir tahun ini," tandasnya. (ang/ddn)











































