Paket Penyelamatan US$ 800 Miliar Selamatkan Dow Jones

Paket Penyelamatan US$ 800 Miliar Selamatkan Dow Jones

- detikFinance
Rabu, 26 Nov 2008 06:50 WIB
Paket Penyelamatan US$ 800 Miliar Selamatkan Dow Jones
New-York - Indeks Dow Jones dan Standard & Poor's masih mencatat kenaikan poin lagi, setelah Bank Sentral AS (The Fed) mengumumkan paket penyelamatan baru senilai US$ 800 miliar. Namun Nasdaq masih merah gara-gara saham Cisco.

Pada perdagangan Selasa (25/11/2008), indeks Dow Jones naik tipis 36,08 poin (0,43%) ke level 8.479,47. Indeks S&P 500 juga naik tipis 5,58 poin (0,66%) ke level 857,39.

Inilah untuk pertama kalinya indeks Dow Jones dan S&P mencatat kenaikan 3 hari berturut-turut sejak akhir Agustus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Nasdaq masih mencatat penurunan tipis 7,29 poin (0,50%) ke level 1.464,73. Nasdaq melemah setelah Cisco mengumumkan rencana untuk menutup operasionalnya di AS dan Kanada selama 5 hari dalam rangka mengurangi biaya-biaya.

Kenaikan Dow Jones dan S&P terjadi setelah The Fed mengumumkan stimulus fiskal baru bernilai US$ 800 miliar. Bank Sentral akan membeli miliaran dolar utang dan surat berharga berbasis hipotek atau mortgage backed securities dalam rangka meningkatkan aliran kredit perumahan, kredit untuk pelajar, mobil dan kartu kredit.

Langkah The Fed untuk menggairahkan lagi belanja konsumen itu langsung membuat saham-saham finansial dan ritel menguat. Saham JPMorgan menguat hampir 8%, Wal-Mart juga menguat 3,6%.

"Langkah the Fed pada hari ini merupakan langkah lain untuk mencoba mengendurkan ketatnya pasar kredit dan memberikan lebih banyak aktivitas kredit kepada para konsumen dan pebisnis," ujar Michael Sheldon, chief market strategist RDM Financial seperti dikutip dari Reuters, Rabu (26/11/2008).

"Bagian dari tujuan untuk membeli aset hipotek dari Fannie Mae dan Freddie Mac kemungkinan bertujuan untuk menurunkan suku bunga kredit perumahan, sehingga selanjutnya bisa menstabilkan pasar perumahan," tambahnya lagi.

Diawal perdagangan, perdagangan saham sempat terguncang oleh data yang dirilis Departemen Perdagangan. Data itu menunjukkan perekonomian tumbuh 0,5% selama kuartal III karena anjloknya belanja konsumen. Angka ini merupakan revisi dari angka semula yang hanya 0,3%, dan dinilai analis sebagai tanda mulainya pelemahan ekonomi.

Perdagangan sangat aktif di New York Stock Exchange dengan 1,88 miliar lembar saham ditransaksikan, dan di Nasdaq transaksi mencapai 2,50 miliar. (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads