IHSG Variatif, BUMI Jadi Sorotan

IHSG Variatif, BUMI Jadi Sorotan

- detikFinance
Rabu, 26 Nov 2008 07:32 WIB
IHSG Variatif, BUMI Jadi Sorotan
Jakarta - Situasi pasar saham yang sedang mengalami tren turun (bearish), akan membuat investor cenderung lebih cepat merealisasikan keuntungan. Setelah rebound Selasa kemarin (25/11/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) condong bergerak variatif.

Pada perdagangan saham Rabu (26/11/2008) IHSG masih akan mengkonfirmasi pergerakan bursa regional diselingi aksi beli yang selektif. Saham Bumi Resources (BUMI) masih akan menjadi fokus pelaku pasar setelah kabar investor George Soros telah masuk membeli saham grup Bakrie itu di pasar.

Saham BUMI juga menjadi sorotan karena pelaku pasar sedang menanti akhir kesepakatan jual beli 35% saham BUMI antara Northstar-Bakrie Brothers pada 28 November 2008 dan hasilnya akan diumumkan 29 November.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa saham regional pada Rabu pagi ini dibuka bervariasi seperti Nikkei turun tipis 1,13% atau 94,21 poin menjadi 8.229,72, KOSPI Korea naik tipis 1% atau 9,75 poin menjadi 993,07. Sementara bursa saham S&P/ASX200 turun 0,7% atau 25,4 poin menjadi 3.598.

Pergerakan bursa regional terlihat hati-hati karena mengikuti Wall Street yang mengalami kenaikan tipis. Indeks Dow Jones dan Standard & Poor's mencatat kenaikan setelah Bank Sentral AS (The Fed) mengumumkan paket penyelamatan baru senilai US$ 800 miliar.

Bank Sentral akan membeli miliaran dolar utang dan surat berharga berbasis hipotek atau mortgage backed securities dalam rangka meningkatkan aliran kredit perumahan, kredit untuk pelajar, mobil dan kartu kredit.

Pada perdagangan Selasa (25/11/2008), indeks Dow Jones naik tipis 36,08 poin (0,43%) ke level 8.479,47. Indeks S&P 500 juga naik tipis 5,58 poin (0,66%) ke level 857,39. Namun Nasdaq masih mencatat penurunan tipis 7,29 poin (0,50%) ke level 1.464,73. Nasdaq melemah setelah Cisco mengumumkan rencana untuk menutup operasionalnya di AS dan Kanada selama 5 hari dalam rangka mengurangi biaya-biaya.

Sementara pada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin (25/11/2008) IHSG naik 12,740 poin (1,12%) menjadi 1.154,141.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Panin Sekuritas

Rally bursa regional serta reboundnya saham BUMI menjadi pendorong kenaikan IHSG dalam perdagangan kemarin. Nikkei tercatat naik +5.22%, Hangseng +3.38%, Strait Times +2.03%. Naiknya bursa Asia menyusul berita penyelamatan Citigroup oleh pemerintah AS. Meski demikian, IHSG pada sesi 2 terlihat mengalami profit taking.

Seperti yang telah kami perkirakan sebelumnya, investor ditengah situasi pasar yang bearish, akan cenderung untuk lebih cepat merealisasikan keuntungan. Investor global akan menanti beberapa data makro ekonomi penting AS, seperti pertumbuhan PDB K3-08, consumer price index akan diumumkan hari ini. Hari ini kami perkirakan IHSG akan cenderung bergerak mixed dengan kisaran support-resistance 1.130-1.180.

eTrading Securities

Bursa Indonesia akhirnya berhasil mengakhiri penurunan selama 6 hari berturut-turut setelah pada perdagangan kemarin ditutup menguat 12,7 poin (1,1%) ke level 1154,1 seiring pergerakan bursa US dan regional yang bergerak rally. Indeks bahkan sempat menyentuh level 1176 pada sesi pertama, sebelum akhirnya tertekan aksi profit taking pada sesi ke dua. Investor terlihat belum cukup percaya diri untuk menahanportfolionya dalam jangka panjang. BUMI kemarin kembali beraksi dan berhasil naik 20% sekaligus menjadi Top Value.

Bursa US pagi ini kembali menguat tipis seiring rencana pemerintah US menyuntik likuiditas sekitar US$800 miliar bagi perusahaan-perusahaan pemberi kredit konsumer dan perumahan untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Kabar ini tidak mampu menjadi katalis bagi kenaikan bursa US seiring pengumuman data GDP 3Q08 US yang kembali turun -0,5% meski indeks kepercayaan konsumen naik menjadi 44,9 menjelang musim liburan. Indeks Dow bergerak sideways dan ditutup naik 0,4%, S&P500 +0,6% dan Nasdaq -0,5%.

Bursa Asia sendiri pagi ini bergerak flat dengan kecenderungan melemah seiring mixednya sentimen dari bursa US. Kembali turunnya harga minyak ke level US$50/barrel menjadi sentimen negatif dari pasar komoditas. Nikkei -1%, STI -0,3% dan KOSPI +2,7%.

Bursa Indonesia sendiri pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan melemah tipis. Pergerakan bursa Global yang cenderung flat tidak memberi kepastian arah bagi bursa Indonesia. Beberapa saham yang telah menguat signifikan kemarin diperkirakan akan terkena aksi profit taking pada hari ini seperti Coal player dan Agri. Indeks diperkirakan akan bergerak dalam rentang pergerakan yang cukup lebar 1130 - 1180. (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads