Hal tersebut dikemukakan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di sela-sela acara Investor Summit 2008 di Hotel Ritz Carlton, SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu (26/11/2008).
"Secara prinsip, opsi strategic sales tidak tertutup. Masih ada kemungkinan untuk itu," katanya.
Menurutnya, opsi tersebut dipilih setelah melihat kondisi krisis ekonomi global yang melanda Indonesia sehingga beberapa BUMN sulit untuk mengambil opsi penawaran saham perdana alias initial public offering (IPO).
Namun Ia mengatakan, hingga saat ini belum ada tawaran untuk SS baik dari investor dalam negeri maupun luar negeri.
"Secara policy masih kita lakukan. Masih ada kemungkinan BNI (PT Bank Negara Indonesia Tbk) untuk melepas 20 persen sahamnya lewat SS. Krakatau Steel juga buka semua opportunity untuk mencari partnership," jelasnya.
Ia mengatakan, Krakatau Steel memang sudah saatnya untuk ekspansi sehingga bisa meningkatkan kapasitas produksinya. Menurutnya, rencana SS yang sebelumnya akan dilakukan Krakatau Steel terlalu banyak dicampuri isu-isu politik.
"Ini yang harus kita hindari jika Krakatau Steel akan mencari strategic partner di tahun depan. Karena tahun 2009 kan tahun politik," pungkasnya. (ang/qom)











































