Melejitnya harga saham Bumi Resources karena masuknya investor asing seperti George Soros serta antisipasi pasar terhadap proses akhir jual beli 35% saham BUMI antara Northstar dan Bakrie Brothers pada 28 November ini.
Pada penutupan perdagangan saham Rabu (26/11/2008) IHSG naik tajam 39,010 poin (3,38%) menjadi 1.193,151. Sementara pada sesi I IHSG menguat 32,963 poin (2,86%) menjadi 1.187,104. Rebound-nya saham di Asia ikut mendukung kenaikan IHSG.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku pasar mulai memiliki sedikit memiliki kepercayaan diri untuk melakukan pembelian. Namun pembelian ini diduga hanya untuk trading karena investor melihat kondisi pasar global saat ini belum stabil.
Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 61.848 kali, dengan volume 3,241 miliar unit saham, senilai Rp 2,207 triliun. Sebanyak 92 saham naik, 48 saham turun dan 61 saham stagnan.
IHSG mengikuti penguatan yang terjadi di hampir sebagian bursa saham Asia seperti Hang Seng naik 3,81%, KOSPI naik 4,72%, Shanghai naik 0,49%, STI Singapura naik 1,98% dan Taiwan naik 0,12%. Sedangkan bursa saham Nikkei turun 1,33%.
Saham-saham yang melejit harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 170 (20%) menjadi Rp 1.020, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 325 menjadi Rp 2.875, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 50 menjadi Rp 1.340, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 650 menjadi Rp 6.350 dan Telkom (TLKM) naik Rp 300 menjadi Rp 5.750.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain, Indofood Sukses Makmur (INDF) turun Rp 10 menjadi Rp 950, Bakrie Telecom (BTEL) turun Rp 1 menjadi Rp 54 dan Kalbe Farma (KLBF) turun Rp 5 menjadi Rp 390.
(ir/qom)











































