Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Keuangan ELTY Ferdinand Sadeli di sela-sela acara Investor Summit 2008 di Hotel Ritz Carlton, SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu (26/11/2008).
"Ada kenaikan untuk pembiayaan proyek tersebut, sebelumnya kita anggarkan Rp 2 triliun, tapi bengka menjadi Rp 2,6 triliun," ujarnya.
Adanya pembengkakan sebesar 30 persen tersebut diakibatkan adanya peningkatan harga-harga material akibat kondisi ekonomi Indonesia yang masih dilanda krisis.
Dana sebesar itu akan ditutupi sebagian dari anak usahanya yang bernama PT Avenue Capital PLC yang akan menyuntikan dana sebesar Rp 1,1 triliun. Sedangkan sebagian lagi dicari melalui pinjaman perbankan.
Ia mengatakan, perseroan sudah mendapat komitmen pinjaman perbankan sebesar Rp 3 triliun. Jumlah tersebut berasal dari sekitar 5 hingga 6 bank. "Kebanyakan bank lokal," ujarnya. (ang/qom)











































