Jaya Ancol Rambah Proyek Air dan Listrik Mandiri

Jaya Ancol Rambah Proyek Air dan Listrik Mandiri

- detikFinance
Rabu, 26 Nov 2008 16:39 WIB
Jakarta - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) sedang melakukan studi merambah sektor infrastruktur air dan listrik. Pembentukan anak usaha ditargetkan pada 2009.

"Kami sedang melakukan studi untuk mendirikan anak usaha untuk memproduksi air dan listrik secara swadaya," ujar Direktur Utama PJAA, Budi Karya Sumadi dalam paparan di hotel Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Rabu (26/11/2008).

Menurut Budi, perseroan menghabiskan biaya air dan listrik sebesar Rp 80 miliar setahun. Untuk mengefisiensikan biaya-biaya tersebut, perseroan berencana mendirikan anak usaha untuk memproduksi air dan listrik bagi kebutuhan operasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin untuk anak usaha air tahun depan. Untuk yang listrik di tahun 2010," ujar Budi.

Budi belum dapat menyebutkan nilai investasi dua proyek tersebut lantaran masih dalam proses studi.Β  "Nilainya belum tahu, masih dihitung," jelas Budi.

Namun Budi mengatakan, dalam RUPS yang telah diadakan beberapa bulan lalu, pemegang saham telah menyetujui rencana perseroan menambah usaha di sektor infrastruktur. "Kami sudah memperoleh persetujuan pemegang saham pada RUPS lalu," ujar Budi.

Selain itu, skema rencana perseroan ke depan adalah mengembangkan lingkup investasi ke negara-negara lain. Saat ini perseroan telah mengadakan kerjasama di bidang rekreasi dengan Ho Chi Minh City, sebuah kawasan rekreasi di Vietnam.

"Ke depannya kita tidak hanya kerjasama di sektor rekreasi, tapi juga properti. Dan akan dikembangkan juga ke negara-negara lain," jelas Budi.

Budi mengatakan, hambatan yang dihadapi perseroan dalam mengembangkan usaha tersebut karena perseroan kesulitan memperoleh kucuran dana dari pemerintah daerah (pemda) setempat.

"Kita kan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah). Jadi untuk investasi dalam skala besar agak susah juga memperoleh dananya. Apalagi dalam kondisi seperti ini, perbankan juga lebih ketat dalam mengucurkan kredit," jelas Budi.

Mengenai anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2009, perseroan menganggarkan dana sebesar Rp 300-350 miliar.

"Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur, operasional, penambahan wahana, dan sebagainya," ujar Budi.

Hingga Oktober 2008, pengunjung Ancol telah tercatat sebanyak 9 juta pengunjung.

"Hingga akhir tahun target kami sebanyak 13 juta pengunjung. Kami yakin target tersebut dapat tercapai, mengingat di bulan Desember ada hari raya dan tahun baru," ujar Budi. (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads