Â
Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Keuangan Adhi, Indradjaja Manopol di sela-sela acara Investor Summit 2008 di Hotel Ritz Carlton, SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu (26/11/2008).
Â
"Untuk revenue kami targetkan mencapai Rp 6,7 triliun di tahun depan, tahun sebelumnya hanya Rp 5,8 triliun. Sedangkan untuk laba bersih diperkirakan mencapai Rp 160 miliar dari tahun sebelumnya 138 miliar," ungkapnya.
Â
Untuk mendukung pencapaian ini, ADHI akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas melalui operasi Anak Perusahaannya yang baru berdiri dan bergerak di bidang Jasa Konstruksi domestik yaitu PT Adhicon Persada dan Adhi Multipower Pte. Ltd. yang bergerak di bidang perdagangan dan berbasis di Singapura.
Salah satu pemberi kontributor penjualan 2009 antara lain adalah:
- Proyek Pengadaan Tabung Gas LPG 3 Kg (nilai kontrak Rp1,6 triliun),
- Jalan ToI Kanci-Pejagan (nilai kontrak Rp1,98 triliun),
- Tilal Complex at al Khuwair (nilai kontrak Rp969 miliar),
- PLTU Lampung 2xl00 MW (nilai kontrak Rp2: triliun),
- Pem Kab. Badung (nilai kontrak Rp335 miliar), Chevron Contract Services (nilai kontrak Rp315 miliar),
- Ciputra World Surabaya (nilai kontrak Rp403 miliar),
- Latumenten City (nilai kontrak Rp578 miliar),
- Kantor Ditjen Pajak (nilai kontrak Rp405 miliar),
- PLTU Pelabuhan Ratu (nilai kontrak Rp168 miliar),
- PLTU Rembang (nilai kontrak Rp215 miliar),
- Kakap Gas Development (nilai kontrak Rp314 miliar),
- PDAM Surabaya (nilai kontrak Rp191 miliar).
Sementara itu, ekspansi ADHI di luar negeri di tahun 2008 memberi kontribusi 5 persen dari total penjualan. "Operasi luar negeri difokuskan pada wilayah Timur Tengah seperti di Qatar dan Oman," imbuhnya.
Â
Untuk tahun 2009, kontribusi proyek-proyek luar negeri ditargetkan meningkat menjadi 10 persen dari total penjualan, Selain di Oman, ADHI mencoba memasuki pasar di Saudi Arabia. Mega proyek Oriental City di Saudi Arabia yang nilainya diperkirakan mencapai Rp 270 triliun akan menjadi fokus sasaran ADHl untuk masa mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perkembangan terakhir atas proyek monorail, Pemprov DKI bersedia mengambi alih proyek dan saat ini sedang dilakukan audit oleh BPKP yang diharapkan selesai pada akhir tahun ini.
"ADHI siap melanjutkan pelaksanaan proyek monorail bila dana telah tersedia termasuk rencana-rencana Pemprov DKI dalam pembangunan moda-moda transportasi lainnya yang akan diintegrasikan dengan monorail," jelasnya.
Â
ADHI telah melakukan proses engineering maupun persiapan pelaksanaan lapangan lainnya terkait dengan pengembangan moda transportasi monorail dan yang sejenis di Jakarta.
Â
Kondisi pasar modal yang bearish dan anjlok tajam di butan Oktober 2008, membuat harga saham ADHI terdiskon besar hingga jauh di bawah nilai wajarnya (fair value). Demi mengembalikan kepercayaan investor manajemen ADHI memutuskan untuk melakukan buy back saham.
Â
Dana buy back yang dialokasikan adalah sebesar Rp 50 miliar untuk membeli kembali saham maksimum 2O persen dari total Modal Disetor Perusahaan atau 360.264.000 saham selama 3 bulan (13 Oktober 2008 s.d. 12 Januari 2009). Realisasi buy back per 24 November 2008, ADHI telah mengeluarkan dana sebesar Rp 3,2 miliar untuk 16,9 juta saham dengan harga rata-rata Rp191 per saham.
(ang/qom)











































