Elnusa Incar Pendapatan Rp 3,02 Triliun

Elnusa Incar Pendapatan Rp 3,02 Triliun

- detikFinance
Rabu, 26 Nov 2008 20:45 WIB
Elnusa Incar Pendapatan Rp 3,02 Triliun
Jakarta - PT Elnusa Tbk (ELSA) memproyeksikan perolehan pendapatan sebesar Rp 3,02
Triliun di penghujung tahun 2009. Sedangkan untuk laba bersihnya diperkirakan akan mencapai Rp 216 miliar.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama Elnusa Eteng A Salam di sela-sela acara investor Summit dan Capital Market Expo 2008 di Hotel Ritz Carlton, SCBD Kuningan, Jakarta, Rabu (26/11/2008).

"Pencapaian proyeksi tersebut antara lain disebabkan oleh aplikasi strategi fokus di jasa hulu migas serta mulai beroperasinya alat-alat produksi dengan belanja modal yang dilakukan mulai tahun 2008, serta peningkatan profitabilitas jasa hulu migas," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan besarnya pembelian alat-alat pengeboran di tahun 2008 ini, maka belanja modal atau capital expenditure (capex) perseroan tahun 2009 tidak terlalu besar. Ia mengatakan, capex untuk tahun depan hanya sebesar US$ 5,1 juta, lebih kecil dari tahun sebelumnya yang mencapai US$ 70,5 juta.Β  "Seluruh dananya diambil dari kas internal perseroan," imbuhnya.

Selain itu, menurutnya kondisi ekonomi di tahun 2009 tidak menggembirakan sehingga perseroan akan lebih mengutamakan optimalisasi aset yang sudah dimiliki.

Sedangkan untuk pendapatan dan laba bersih akhir tahun 2008, perseroan memproyeksikan bisa mencapai Rp 2,5 triliun untuk pendapatan dan Rp 151 miliar untuk laba bersih.

Hingga kini, Elnusa telah mengantongi kontrak-kontrak senilai kurang lebih US$ 297 Juta yang terdiri dari kontrak carry over dari tahun sebelumnya senilai dan kontrak baru yang diperoleh pada tahun 2008 sebesar US$ 156 Juta. Dari sejumlah kontrak tersebut di atas, nilai kontrak untuk pekerjaan di tahun 2009 saja senilai US$ 135 Juta.

Pencapaian tersebut di atas merupakan realisasi strategi fokus bisnis Elnusa di jasa hulu migas, termasuk pengembangan kompetensi di bidang seismic transition zone dan marine serta deep well drilling.

(ang/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads