Harga Anjlok, Antam Kurangi Produksi Feronikel di 2009

Harga Anjlok, Antam Kurangi Produksi Feronikel di 2009

- detikFinance
Rabu, 26 Nov 2008 20:52 WIB
Harga Anjlok, Antam Kurangi Produksi Feronikel di 2009
Jakarta - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terpaksa mengurangi target produksi feronikel di 2009 lantaran anjloknya harga rata-rata tahun ini dan menurunnya permintaan nikel dunia tahun depan.

Perseroan hanya menargetkan produksi feronikel sebanyak 12 ribu ton tahun depan, lebih rendah 29,41% dari target produksi tahun ini sebanyak 17 ribu ton.

"Target produksi feronikel kami tahun depan sebanyak 12 ribu ton," ujar Direktur Utama ANTM, Alwin Syah Loebis dalam paparan di hotel Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Rabu (26/11/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alwin menjelaskan, tahun depan permintaan feronikel dunia diperkirakan bakal menurun drastis lantaran melambatnya industri stainless steel. Perlambatan tersebut salah satunya disebabkan rendahnya harga rata-rata feronikel tahun ini.

"Triwulan IV ini, harga feronikel sudah anjlok ke level US$ 4,7 per pound. Padahal biaya produksi kami US$ 5,6 per pound. Penurunan ini juga memperlambat industri stainless steel dan permintaan feronikel," jelas Alwin.

Melihat rendahnya harga feronikel di triwulan IV, apalagi bila dibandingkan dengan biaya produksi yang lebih tinggi US$ 0,9 per pound, Alwin tidak memungkiri kalau perseroan berpotensi membukukan kerugian tahun ini.

"Kemungkinannya tahun ini bisa merugi. Semuanya tergantung kurs. Jika kurs dolar tinggi, biaya produksi bisa menurun, tapi kalau dolar jatuh lagi, bisa merugi," ujar Alwin.

Harga rata-rata feronikel yang diterima perseroan tahun ini diperkirakan akan sebesar US$ 10,8 per pound. Namun tahun depan, perseroan memprediksi harga rata-rata feronikel akan anjlok 53,7% ke level US$ 5 per pound.

Melihat kondisi ini, perseroan meminimalisir produksi feronikel tahun depan menjadi 12 ribu ton. "Dengan rendahnya harga feronikel tahun depan, produksi tinggi akan membebankan biaya produksi," jelas Alwin.

(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads