250-300 miliar. Dana tersebut sepenuhnya diambil dari kas internal perseroan.
Hal tersebut dikemukakan oleh Direktur PT Kalbe Farma Vidjongtius di sela-sela acara investor Summit dan Capital Market Expo 2008 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (26/11/2008).
"Dana tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan kapasitas produksi, penambahan jaringan distribusi, serta pengembangan informasi dan teknologi," jelasnya.
Â
Menurutnya, perseroan akan lebih selektif dalam melakukan investasi melihat kondisi ekonomi yang sangat fluktuatif seperti sekarang ini.
Â
Ia mengatakan, capex tersebut juga akan digunakan untuk mengeluarkan 20 produk baru di tahun depan. Perseroan juga berencana memperluas area cabang distribusi dengan target peningkatan 5 persen per tahun. Saat ini perseroan memiliki kantor cabang sebanyak 150 ribu unit.
Â
Hingga penghujung tahun 2008, perseroan menargetkan perolehan laba bersih sekitar Rp 600-700 miliar atau tumbuh 11 persen.
Â
Kontribusi pendapatan Kalbe Farma bersumber dari divisi obat resep sebesar Rp 1,57 triliun (27,46 persen), divisi nutrisi Rp 1,42 triliun (24,80 persen), divisi distribusi dan konsumer Rp 1,46 triliun (25,55 persen), dan divisi produk konsumer Rp 1,27 triliun (22,19 persen).
(ang/qom)











































