Wall Street Tertopang Saham Teknologi, GM Kembali Melonjak

Wall Street Tertopang Saham Teknologi, GM Kembali Melonjak

- detikFinance
Kamis, 27 Nov 2008 06:45 WIB
Wall Street Tertopang Saham Teknologi, GM Kembali Melonjak
New-York - Harapan baru untuk bailout sektor otomotif membuat saham General Motors (GM) menguat tajam. Demikian pula saham-saham teknologi yang menjadi perburuan investor.

Penguatan saham-saham utama itu membuat indeks saham di Wall Street kembali menguat. Pada perdagangan Rabu (26/11/2008), indeks Dow Jones ditutup menguat 247,14 poin (2,91%) ke level 8.726,61. Indeks Dow Jones tercatat sudah menguat 15,6% dalam 4 hari terakhir perdagangan, atau penguatan terbesar sejak tahun 1932.

Indeks Standard & Poor's 500 juga naik 30,29 poin (3,53%) ke level 887,68 dan Nasdaq melonjak 67,37 poin (4,60%) ke level 1.532,10. Penguatan Nasdaq berkat naiknya saham Apple dan Cisco, yang sebelumnya sempat merosot tajam karena anjloknya permintaan. Saham Cisco naik 6,3%, sementara Apple naik 4,6%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk dua hari terakhir, sangat jelas bahwa the Fed dan Departemen Keuangan membuka buku sakunya," jelas Hugh Johnson, vhief investment officer Johnson Illington Advisors seperti dikutip dari Reuters, Kamis (27/11/2008).

"Dan hasilnya, kecenderungan institusi finansial kian bermasalah menjadi berkurang dan juga sepertinya sektor otomotif akan mendapatkan beberapa bantuan," tambahnya lagi.

Investor-investor di AS tidak terpengaruh oleh berita serangan di pusat finansial Mumbai, India, yang menewaskan 80 orang.

Saham-saham sektor otomotif kembali menguat setelah Deutsche Bank mengatakan bahwa ada harapan baru bailout sektor ini akan segera diberikan. Saham GM melonjak hingga 35% menjadi 4,81 dolar.

Lonjakan harga minyak hingga 7,2% langsung membuat saham-saham energi menguat. Saham Chevron tercatat dan Exxon mobil menjadi kontributor utama kenaikan Dow Jones.

Minyak jenis light pengiriman Januari kemarin kembali naik 3,67 dolar menjadi US$ 54,44. Sementara minyak Brent juga naik 3,57 dolar menjadi US$ 51,55 per barel.

Saham Citigroup juga kembali menanjak hingga 16%, setelah kabar miliuner Meksiko Carlos Slim Helu akan membeli saham Citigroup senilai US$ 150 juta.

Investor mengabaikan data-data penjualan barang-barang tahan lama yang masih saja terpuruk. Data dari Departemen Perdagangan AS, penjualan barang-barang tahan lama anjlok 6,2% selama Oktober. Sementara laporan lainnya menyebutkan, angka pengangguran naik ke level tertinggi dalam 16 tahun.

Perdagangan sangat tipis menjelang libur Thanksgiving. Di New York Stock Exchange, hanya 1,42 miliar saham ditransaksikan, semetnara di Nasdaq juga hanya 2 miliar.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads