IHSG Rawan Profit Taking

IHSG Rawan Profit Taking

- detikFinance
Kamis, 27 Nov 2008 07:08 WIB
IHSG Rawan Profit Taking
Jakarta - Penguatan Wall Street dan bursa-bursa regional lain diharapkan bisa menjadi sentimen positif bagi pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) masih akan menjadi sentral.

Pada perdagangan Rabu (26/11/2008), indeks Dow Jones ditutup menguat 247,14 poin (2,91%) ke level 8.726,61. Indeks Standard & Poor's 500 juga naik 30,29 poin (3,53%) ke level 887,68 dan Nasdaq melonjak 67,37 poin (4,60%) ke level 1.532,10.

Bursa-bursa regional pun langsung mengekor. Indeks S&P/ASX200 di Australia dibuka langsung menguat 113,6 poin ke level 3.653,6. Indeks Nikkei-225 di Tokyo juga dibuka menguat 1,44%, KOSPI naik 3,8%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG pun diharapkan menguat oleh sentimen tersebut. Namun setelah penguatan tajam pada perdagangan kemarin, IHSG sangat rawan terkoreksi. Pada penutupan perdagangan saham Rabu (26/11/2008) IHSG naik tajam 39,010 poin (3,38%) menjadi 1.193,151.

Saham BUMI menjadi penggerak utama, menjelang deadline transaksi dengan Northstar. Kemarin saham BUMI melonjak tajam sehingga terbentur auto rejection batas atas. Saham Bumi Resources (BUMI) kemarin naik Rp 170 (20%) menjadi Rp 1.020.

Namun kabar batalnya Northstar Pacific menjadi pemegang saham pengendali BUMI  bisa menjadi sentimen negatif. Gerak BUMI menjadi penentu arah IHSG mengingat kapitalisasinya yang sangat besar.

Berikut rekomendasi hari ini:

Optima Securities:

 Indeks kembali menguat 39 poin (3,4%) menjadi 1.193 dengan BUMI mendominasi nilai transaksi. Investor mencoba akumulasi saham tersebut menjelang deadline  besok lusa. Indikator Fast Stochastic, Williams  dan MA memberikan signal penguatan bakal berlanjut. Indeks diperkirakan bergerak dilevel 1.150-1.220 dengan pilihan saham: BUMI, ASII, BMRI, AALI, dan  JSMR.eTrading Securities

Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin kembali meneruskan penguatannya selama 2 hari berturut-turut seiring penguatan pada bursa regional dan AS.

Indeks kembali naik signifikan 3,4% ke level 1193,1 setelah berhasil menciptakan golden cross pada level 1151 pada selasa lalu. Investor kembali percaya diri dan terlihat mulai masuk bursa, terlihat dari trading value yang kembali naik sekitar Rp2,2 triliun, tertinggi sejak 3 minggu terakhir.

Pasar mulai mengantisipasi kemungkinan membaiknya inflasi di bulan November dan peluang diturunkannya BI Rate ke kisaran level 9% sehingga mendongkrak saham-saham interest rate sensitive seperti Banking dan Property.

Sementara bursa US kembali meneruskan rallynya selama 4 hari berturut-turut lebih didorong oleh komitmen presiden terpilih US Barack Obama yang menyatakan masalah perekonomian AS akan menjadi agenda terpenting dalam pemerintahannya.

Testimoni ini berhasil mengalahkan beberapa sentimen negatif dari data-data perekonomian US yang semakin memburuk, antara lain consumer spending turun -1% di bulan Oktober, melemahnya data produksi manufaktur dan penurunan permintaan sektor otomotif sebesar -4,5%. Secara teknikal memang bursa US sedang dalam trend bullish jangka pendek, namun momentum penguatan diperkirakan akan segera berakhir dan berganti dengan aksi profit taking para investor. Dow +2,9%, S&P500 +3,5% dan Nasdaq +4,6%. Mayoritas bursa Asia pada perdagangan pagi ini kembali meneruskan penguatannya seiring masih positifnya sentimen dari bursa US. Nikkei +2%, KOSPI +2,5%, STI +1% dan AORD +1,5%.

Bursa Indonesia sendiri pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan mampu menguat mencoba menembus level 1200. Namun investor harus tetap waspada dengan potensi terjadinya profit taking yang berpeluang menerpa indeks setelah menguat selama 2 hari berturut-turut.

Sektor banking dan mining diperkirakan masih akan mampu menguat pada perdagangan hari ini. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 1170 - 1240.
(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads