Pada perdagangan Kamis (27/11/2008) pukul 15.00 waktu JATS, saham BUMI sempat terbentur-bentur auto rejection batas bawah setelah turun hingga Rp 100 (9,8%) menjadi Rp 920. Saham BUMI tercatat paling aktif ditransaksikan dan kini frekuensinya mencapai 16.725 kali senilai Rp 595,7 miliar.
Padahal saham BUMI sempat mencapai harga tertingginya lagi di Rp 1.170 pada awal perdagangan. Saham Bumi Resources (BUMI) kemarin untuk pertama kalinya kembali menembus Rp 1.000 setelah naik Rp 170 (20%) menjadi Rp 1.020.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melemahnya saham BUMI ini akhirnya menyeret IHSG hingga melemah 7 poin ke level 1.186,044. Sementara saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) tercatat juga mengalami auto rejection bawah setelah turun Rp 7 (9,72%) menjadi Rp 65.
Saham kelompok Bakrie terus melemah, menjelang tenggat waktu penyelesaian transaksi penjualan BUMI ke Northstar Pacific pada 28 November besok.
BNBR dalam keterbukaan informasinya ke BEI mengatakan, pihaknya kini sedang mengupayakan restrukturisasi utang berupa perpanjangan waktu jatuh tempo hingga proses rasionalisasi selesai.
"Sehingga utang-utang yang telah jatuh tempo dan atau akan jatuh tempo dapat dilunasi atau direstrukturisasi dalam waktu dekat," jelas Direktur dan Corporate Secretary BNBR, RA Sri Dharmayanti.
BNBR rencananya akan menggelar RUPSLB pada 11 Desember 2008, dengan salah satu agenda membahas rasionalisasi portofolio aset. (qom/ddn)











































