"Kami melihat pengeluaran untuk promosi tidak memberikan return yang memadai dengan dana yang dikeluarkan. Jadi kami pangkas," ungkap Corporate Secretary GGRM, Heru Budiman dalam paparan di gedung Bursa Efek Indonesia, SCBD, Jakarta, Kamis (27/11/2008).
Heru menjelaskan, biaya promosi yang dipangkas cukup besar sehingga berdampak positif pada penurunan pos beban usaha. Meskipun ia menekankan bahwa aksi pemangkasan tersebut bukan untuk mendorong kinerja keuangan perseroan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada triwulan III-2007, pendapatan perseroan sebesar Rp 21,793 triliun. Mengacu pada porsi beban usaha sebesar 6,4%, maka nilainya sekitar Rp 1,394 triliun.
Pada triwulan III-2008, pendapatan sebesar Rp 23,579 triliun. Mengacu pada porsi beban usaha sebesar 3%, maka nilainya sekitar Rp 707,37 miliar.
Artinya, telah terjadi penurunan beban usaha secara drastis sebesar Rp 686,63 miliar (49,25%) menjadi Rp 707,37 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp 1,394 triliun.
"Selain promosi, pemangkasan tersebut termasuk juga pengetatan biaya transportasi. Namun yang lebih banyak dipangkas biaya promosi," jelas Heru.
Kendati Heru menekankan bahwa tindakan tersebut bukan dilakukan untuk mengangkat kinerja keuangan perseroan, namun faktanya pemangkasan tersebut mendongkrak perolehan laba usaha perseroan.
Pada triwulan III-2008, perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp 3,908 triliun, turun 1,46% dari periode yang sama di 2007 sebesar Rp 3,966 triliun.
Namun pos laba usaha dibukukan naik 24,76% menjadi Rp 2,539 triliun dari sebelumnya Rp 2,035 triliun. Pertumbuhan tersebut didongkrak oleh pemangkasan pos beban usaha.
Alhasil, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 1,504 triliun, naik 23,58% dari sebelumnya Rp 1,217 triliun.
"Pemangkasan ini akan kami lakukan juga di 2009," ujar Heru. (dro/ddn)











































