"Mengahadapi kondisi krisis keuangan global yang belum stabil ini, kami akan lebih selektif menggunakan alokasi dananya," ujar Direktur Utama CPIN, T Thomas Effendy dalam paparan di hotel JW Mariott, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (27/11/2008).
Oleh karena itu, Thomas memastikan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2009 akan lebih rendah dari capex tahun 2008. Capex tahun depan sebesar Rp 100 miliar, sedangkan tahun ini Rp 274 M.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebijakan perusahaan itu, dijelaskan Thomas tidak terlepas dari prediksi tahun 2009 dimana perolehan penjualan maupun laba bersih perseroan diperkirakan paling tinggi tumbuh 10%.
"Untuk sales kita naik turunnya sekitar 10%. Ini karena kondisi keuangan dan nilai tukar dolar yang semakin tidak menentu. Tapi kami masih tetap optimis karena produk kami termasuk golongan primary good," ujarnya.
Namun untuk target penjualan ini, Thomas masih optimistis dapat mencapai angka 12 triliun. Alasannya dari laporan keuangan per September 2008, perseroan berhasil membukukan angka sebesar Rp 9,9 triliun. Begitu pula dengan laba yang diperkirakan bisa mencapai Rp 450 M.
Lebih lanjut Thomas mengungkapkan penurunan capex juga disebabkan banyaknya perbankan yang mulai menahan diri dalam menyalurkan kreditnya.
"Kita juga slow down. Untuk tahun ini kami yakin semua bisa tercapai profit Rp 450 miliar, penjualan 12 triliun kemungkinan bisa dicapai semua," tuturnya.
Kedepannya, CPIN akan dalam menghadapi kondisi tersebut berupaya untuk memaksimalkan produk dalam negeri guna pakan ternaknya.
(dro/qom)











































