"Crossing tambahan BII senilai Rp 6,4 triliun untuk 12 miliar saham oleh BNP Paribas. Nggak tahu untuk apa," Direktur Perdagangan saham, penelitian dan pengembangan BEI MS Sembiring kepada detikFinance, Jumat (28/11/2008).
Crossing saham BII ini menyebabkan nilai transaksi sangat besar. Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi yang sangat besar mencapai Rp 7,350 triliun sebanyak 13.502 juta lembar saham dengan frekuensi 24.770 kali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham tersebut sebelumnya dimiliki oleh Temasek melalui konsorsium Sorak. Setelah terjadi transaksi antara Temasek dan Maybank, Sorak kini berada di bawah kendali Maybank. Sehingga Maybank menjadi pengendali baru konsorsium Sorak yang memiliki 54,33% saham BII.
Dalam penjelasan ke BEI per 25 November disebutkan bahwa konsorsium Sorak Financial memiliki 54,33% saham BII, publik 25,26% dan Maybank Offsore 17,94%%.
Akibat terjadi perubahan pengendali saham BII, Maybank harus melakukan tender offer atas saham publik. Maybank melanjutkan transaksi dengan tender offer untuk sisa saham publik di harga Rp 510.
Dan pada hari ini terjadi crossing untuk saham yang dimiliki publik sebanyak 12.636.833.851 (25,26%) atau setara dengan Rp 6,4 triliun untuk harga tender offer Rp 510.
(qom/lih)











































