"Keputusan spin off atau tidak saya serahkan kepada Menkominfo. Kementerian BUMN selaku pemegang saham tidak masalah," katanya di ruang kerjanya usai Salat Jumat di Gedung Garuda, Jakarta, Jumat (28/11/2008).
Saham pemerintah di Indosat saat ini jumlahnya tidak banyak, hanya tersisa 14,9 persen sehingga menurutnya apapun keputusan yang akan diambil oleh Menkominfo tidak akan terlalu berpengaruh.
Rencana spin off ini merupakan salah satu syarat bagi Qatar Telecom (Qtel) selaku pemegang saham pengendali Indosat yang baru jika nantinya akan menguasai hingga 65 persen saham Indosat.
"Yang berpengaruh kan pemegang saham mayoritas. Tetapi yang penting policy-nya jangan sampai melanggar hukum," tandasnya.
Menurutnya, masuknya Qtel ke Indonesia diharapkan dapat menjadi stimulus masuknya dana-dana investasi timur tengah lainnya ke berbagai sektor di tanah air.
"Kita harus bisa memanfaatkan potensi investor Timur Tengah, seperti yang telah dilakukan Malaysia. Dana disana itu sangat besar. Mereka akan lakukan diversifikasi ke timur daripada ke barat, untuk Indonesia bisa jadi opportunity yang bagus," jelasnya. (ang/qom)











































