Astra Sedaya Kaji Ulang Penerbitan Obligasi 2009

Astra Sedaya Kaji Ulang Penerbitan Obligasi 2009

- detikFinance
Jumat, 28 Nov 2008 17:35 WIB
Astra Sedaya Kaji Ulang Penerbitan Obligasi 2009
Jakarta - PT Astra Sedaya Finance (ASF), anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) sedang mengkaji kembali rencana penerbitan obligasi di 2009 lantaran tingginya tingkat suku bunga.

"Rencana penerbitan obligasi di 2009 sedang kami hitung-hitung kembali. Bunganya terlalu tinggi," ujar Direktur Utama ASF Hugeng disela-sela acara di Ciater, Subang, Jumat (28/11/2008).

Hugeng menjelaskan, penerbitan obligasi ASF merupakan aksi korporasi rutin yang dilakukan perseroan. Dana perolehan digunakan untuk pembiayaan kendaraan bermotor roda empat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk tahun 2009, kalaupun jadi terbit, paling banyak Rp 1 triliun. Paling sedikit Rp 500 miliar," ujar Hugeng.

Hugeng menjelaskan, tingginya tingkat suku bunga membuat perseroan berpikir kembali mengenai jumlah obligasi yang akan diterbitkan.

"Kita mau menerbitkan obligasi kalau bunganya rendah. Kalau bisa sih SUN plus 1," ujar Hugeng.

Menurut Hugeng, pasar obligasi di 2009 pada dasarnya masih menarik dan memiliki tingkat permintaan yang cukup tinggi.

"Obligasi perusahaan pembiayaan yang akan jatuh tempo akhir tahun 2008 sampai triwulan I 2009 ada sebesar Rp 6 triliun. Sementara sampai saat ini belum ada perusahaan pembiayaan yang berencana menerbitkan obligasi. Jadi potensi demandnya masih besar," jelas Hugeng.

Kendati demikian, tingginya tingkat suku bunga acuan masih menjadi kendala perseroan dalam rencana tersebut.

Perlambatan Kredit di 2009


Sementara di tahun 2009, perseroan memprediksi akan terjadi perlambatan dalam industri pembiayaan nasional. Khusus untuk ASF, penurunan di tahun 2009 diperkirakan bisa mencapai 15%.

"Tahun depan kami perkirakan pembiayaan ASF sebesar Rp 10,1 triliun, turun 15,83% dibanding target pembiayaan tahun ini Rp 12 triliun," jelas Hugeng.

Dari segi volume kendaraan yang akan dibiayai ASF diperkirakan juga akan mengalami penurunan. Perseroan memproyeksikan pembiayaan kendaraan roda empat sebanyak 80-90 ribu unit di 2009.

"Tahun ini target kami memberi pembiayaan pada 100 ribu kendaraan," ujar Hugeng.

Kendati krisis mulai terasa di industri ini, Hugeng mengatakan untuk target tahun ini tidak ada masalah. "Kami yakin target tahun ini akan tercapai," ujar Hugeng.

Mengenai pendanaan tahun depan, porsinya akan mengambil kas internal, penerbitan obligasi dan pinjaman perbankan.

"Obligasi jika jadi diterbitkan antara Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun. Sisanya dari perbankan dan kas internal. Fifty-fifty lah. Ada sekitar 15 perbankan yang biasanya memberi kami pembiayaan," jelas Hugeng.

(dro/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads