Astra Otoparts Fokus Pasar Domestik

Astra Otoparts Fokus Pasar Domestik

- detikFinance
Jumat, 28 Nov 2008 17:45 WIB
Astra Otoparts Fokus Pasar Domestik
Subang - PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) menyiapkan strategi dalam rangka mengantisipasi krisis ekonomi. Pada tahun 2009 perseroan akan memfokuskan penjualan ke pasar domestik.

"Salah satu strategi kami untk menghadapi potensi krisis di 2009 adalah memperkuat penetrasi  di pasar domestik dengan melakukan balancing penjualan," ujar Direktur AUTO, Robby Sani disela acara di Ciater, Subang, Jawa Barat, Jumat (28/11/2008).

Ia menjelaskan, konsumen domestik perseroan terdiri atas produsen otomotif dan distributor penjualan suku cadang.  Strategi yang maksudkan adalah, perseroan akan memelihara penjualan pasar domestik pada kisaran 85% dari total penjualan.  

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apabila salah satu segmen mengalami penurunan, kami akan penetrasi segmen yang satunya lagi, begitu seterusnya," ujarnya.

Meski pasar ekspor masih cukup menjanjikan, namun perseroan lebih memilih strategi untuk melakukan efisiensi biaya-biaya.

"Sebenarnya kami masih punya potensi untuk menaikkan penjualan ekspor, tapi kami melihat potensi didalam negeri masih cukup besar," ujarnya.  

Saat ini, perseroan telah mengekspor komponen otomotif ke berbagai negara dunia. "Salah satu yang terbesar adalah negara di Timur Tengah," kata Robby.

Pada tahun 2009, perseroan akan cenderung menekankan nilai tambah dari produk yang dihasilkan. "Kami tidak hanya membuat komponen tapi juga menyediakan jasa design komponen, hasilnya cukup baik," ujarnya.  

Sedangkan untuk ekspansi, perseroan akan berpedoman pada permintaan dari pihak konsumen. "Untuk ekspansi, tergantung permintaan pasar, kami siap dana, tapi kami akan sangat selektif dalam melakukannya," ujarnya.     

Ia mengungkapkan, krisis ekonomi global akan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan pada tahun. "Sulit untuk menentukan seberapa besar pengaruhnya terhadap penjualan kami tahun depan," ujarnya.

Untuk menghitung seberapa besar potensi penurunan penjualan, perseroan berpatokan pada perkembangan otomotif nasional. "Sedang kami hitung, semua tergantung dari perkembangan otomotif nasional," ujar Robby.

Sebelumnya salah satu anak usaha grup Astra, Astra Sedaya Finance mengumumkan, pada 2009, pendapatan perseroan diperkirakan akan turun sekitar 15%.

"Kalau kondisi ekonomi memburuk, kemungkinan penurunan penjualan kami tidak akan jauh berbeda dengan perusahaan Astra lainnya," imbuhnya.

(dro/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads