Bakrie Siap Bayar Seluruh Utang Akhir Tahun 2008

Bakrie Siap Bayar Seluruh Utang Akhir Tahun 2008

- detikFinance
Sabtu, 29 Nov 2008 00:30 WIB
Bakrie Siap Bayar Seluruh Utang Akhir Tahun 2008
Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) akan menuntaskan seluruh utang-utangnya kepada para kreditor pada akhir tahun 2008. Saat ini cara membayar utang itu masih diselesaikan rencananya.

Demikian disampaikan Presdir BNBR Nalinkant A Rathod dalam jumpa pers di Wisma Bakrie 2 pada Jumat (28/11/2008).

"BNBR akan menyelesaikan hampir semua utang-utang langsung dan akan membuat rencana untuk menyelesaikan sisa-sisa utang yang sekitar US$ 200 juta sekitar akhir tahun 2008," ujar Nalinkant.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua utang diperkirakan selesai Desember ini," jelas Direktur Keuangan BNBR Yuanita Rohali. Ia menambahkan, mekanisme pembayaran utang rencananya baru akan dipaparkan pada Senin (1/12/2008) mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Nalinkant juga mengumumkan bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan dengan Northstar Pacific. Northstar sepakat untuk mengambil alih sebagian utang BNBR kepada Odickson Finance sebesar US$ 575 juta.

Sebagai imbalannya, Northstar akan mendapatkan saham BUMI. Namun tidak disebutkan berapa porsi saham BUMI yang akan diberikan BNBR kepada Northstar.

"Northstar berada dalam posisi untuk masih menjadi strategic partner di BUMI. Jumlah utang yang sangat signifikan BNBR kepada Odickson telah diambil alih oleh Northstar. Dan dia (Northstar) akan mengukuhkan dirinya untuk membentuk joint venture di BNBR," jelas Nalinkant.

Dalam catatan detikFinance, BNBR memiliki pinjaman sebesar US$ 1,086 miliar ke Odickson Finance dan baru dibayar US$ 118,7 juta sehingga tersisa US$ 967 juta. Yuanita menjelaskan, utang BNBR ke Odickson semula memang mencapai US$ 967 juta. Namun seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah atas dolar AS, maka utang ke Odickson turun menjadi sekitar US$ 742 juta.

Jika sebesar US$ 575 juta sudah diambil alih, maka sisa utang BNBR ke Odickson hanya tersisa US$ 167 juta. Menurut Nalinkant, porsi utang itu yang akan diselesaikan hingga akhir tahun.

"Semua utang selesai, semua kewajiban dapat dipenuhi. Tinggal yang US$ 200 juta yang akan kita selesaikan sebelum akhir tahun ini," jelasnya.

Utang-utang BNBR lainnya juga bergerak seiring dengan melemahnya rupiah. Yuanita menjelaskan, pada patokan kurs semula, utang BNBR adalah kepada JP Morgan sebesar US$ 72 juta, ICICI sebesar US$ 105 juta, lokal repo US$ 81,5 juta sehingga secara total mencapai US$ 1,2 miliar.

Namun dengan kurs dolar yang sekitar Rp 12.000, menurut Yuanita terjadi perubahan utang yakni JP Morgan sebesar US$ 72 juta, ICICI sekitar US$ 105 juta dan lokal repo US$ 65 juta.

Baik Yuanita maupun Nalinkant tidak memberi penjelasan secara rinci, mengenai harga BUMI yang digunakan sebagai pembayaran untuk pengambilalihan utang ke Odickson itu. Berapa nilainya? Berapa yang diserahkan ke Northstar?

"Sekarang sedang diselesaikan, sebab pengaturan aset BNBR di Odickson itu sedang dihitung berapa besarannya. Semua aset BUMI akan kembali ke BNBR, baru kita hitung seberapa besar saham yang akan didapat dengan kerjasama ini," jelas Nalinkat.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads