Menurut Direktur Utama PT Adaro Energy Boy Garibaldi Thohir, faktor utama penyebab peningkatan signifikan pada laba bersih Adaro adalah realisasi kenaikan harga jual batubara dan peningkatan produksi.
"Peningkatan laba bersih juga ditopang oleh peningkatan beban pokok pendapatan yang relatif lebih rendah 38 persen dibanding tahun lalu," ujar Garibaldi dalam siaran persnya yang dilansir detikFinance, Minggu (30/11).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
" Sedangkan EBITDA meningkat 86 persen hingga mencapai Rp 2.686 miliar pada tahun 2007 dan margin EBITDA meningkat dari 18 persen menjadi 23 persen," ungkapnya.
Garibaldi menyatakan pihaknya merasa gembira dengan kinerja yang telah dicapai Adaro dalam sembilan bulan ini. "Dengan pencapaian target produksi maupun penjualan serta mempertahankan biaya pada skala minimum, kami telah meningkatkan imbal hasil, margin dan menghasilkan penciptaan nilai yang signifikan. Kami siap untuk menaikan volume tahun depan," tegasnya.
Selain itu, tambah Garibaldi, kondisi neraca yang kuat, posisi kas yang baik serta arus kas yang solid menempatkan PT Adaro Energy berada dalam posisi yang sangat kondusif untuk mengelola resiko yang terkait dengan krisis ekonomi global yang sedang berlangsung.
(lih/lih)











































