"Kami tidak punya kurs acuan dari pusat. Jadi semua tabungan dan deposito dolar tidak bisa dirupiahkan," ujar Kepala Cabang Bank Century Green Ville Maria pada detikFinance di kantornya, Jakarta Barat, Senin (1/12/2008).
Akibat tidak adanya kurs acuan tersebut, nasabah-nasabah Century tidak dapat mencairkan dananya. Apalagi menarik dananya untuk dipindah ke bank lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Silvia adalah salah seorang nasabah deposito Century yang sudah berkali-kali mengeluhkan masalahnya pada detikFinance. Pada Jumat lalu, deposito dolar Silvia senilai US$ 50 ribu jatuh tempo. Namun ternyata bank tidak dapat mencairkan dana tersebut pada tanggal jatuh tempo.
Dalam kesempatan kali ini, Silvia mengizinkan detikFinance melihat langsung masalahnya dengan Century tempat ia terdaftar di kantor cabang Bank Century Green Ville.
Silvia juga mengenalkan pada nasabah lain yang senasib dengan dirinya. Valentina, nasabah lain itu, juga tidak dapat mencairkan depositonya yang jatuh tempo 28 November 2008 lalu. Hingga saat ini petugas bank belum dapat memastikan kapan dana nasabah dapat dicairkan.
"Jatuh tempo deposito saya bersamaan dengan bu Silvia Jumat kemarin. Tapi hingga saat ini tidak ada kejelasan kapan dana saya bisa ditarik," ujar Valentina.
Menurutnya, fasilitas Real Time Gross Settlement (RTGS) Century atau transfer antar bank, masih tidak dapat digunakan sejak 13 November lalu, ketika Century mengalami gagal kliring.
"RTGS tidak jalan. Kurs acuan juga tidak ada. Bagaimana nasib dana saya," ujar Valentina.
Berdasarkan pengamatan detikFinance di lokasi, petugas bank juga tampak pasrah dan tidak berdaya. Petugas malah meminta nasabah mengadukan masalahnya ke kantor pusat Century di Sentral Senayan.
"Kami juga tidak tahu harus bagaimana. Kami hanya menjalankan tugas. Kalau pusat tidak memberikan instruksi, kami tidak bisa apa-apa. Sebaiknya ibu ke kantor pusat saja," ujar petugas pada Silvia.
Corporate Secretary Century, Deddy Triana mengaku belum mengecek soal masalah acuan kurs ini. "Setahu saya, sampai saat ini tidak ada konfirmasi kalau RTGS tidak jalan. Verifikasi dana keluar memang ada tapi bukan tidak jalan. Kalau soal tidak adanya kurs acuan kami juga belum tahu," jelas Deddy.
(dro/ir)











































