Pada perdagangan saham Rabu (3/12/2008) IHSG diprediksi masih akan mengalami tekanan namun punya peluang rebound karena beberapa saham unggulan yang murah sudah waktunya dikoleksi lagi.
Kabar TPG mundur dari konsorisum Northstar atas pembelian utang BUMI ke Odickson akan menjadi perhatian pelaku pasar karena bisa membuat saham perusahaan batubara itu kembali tertekan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara bursa saham Asia pada sesi pagi ini dibuka menguat, KOSPI naik 1,5% atau 15,21 poin menjadi 1.038,41 dan Nikkei naik 1,29% atau 101,62 poin menjadi 7.965,31.
Bursa Asia mengikuti penguatan di Wall Street yang kembali menguat setelah General Electric (GE) mengumumkan pemberian dividen ditengah upayanya melakukan efisiensi.
Pada perdagangan Selasa (2/12/2008), indeks Dow Jones ditutup menguat hingga 270,00 poin (3,31%) ke level 8.419,09. Indeks Standard & Poor's 500 naik hingga 32.60 poin (3,99%) ke level 848,81 dan Nasdaq menguat 51,73 poin (3,70%) ke level 1.449,80.
Sementara pada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin (2/12/2008) IHSG turun 31,767 poin (2,6%) menjadi 1.191,358.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
eTrading Securities
Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin ditutup melemah signifikan setelah memfaktorkan sentimen negatif dari bursa US dan Asia yang juga ditutup terkoreksi. Indeks terkoreksi 31,7 poin (-2,6%) ke level 1191,3 dengan trading value yang sangat tipis, hanya sekitar Rp1,09 triliun, jauh lebih rendah dari rata-rata pekan lalu yang mencapai Rp2 triliun. Hampir semua saham blue chip terkoreksi akibat aksi profit taking yang dilakukan oleh investor dengan memanfaatkan sentimen negatif dari bursa US. Namun terdapat sedikit bargain buying khususnya pada sektor banking. BUMI kembali mengalami auto-rejection bawah setelah berkembang rumor bahwa Texas Pacific Group mundur dari konsorsium Northstar seiring perubahan skema penjualan 35% saham BUMI oleh Bakrie & Brothers.
Sementara bursa US semalam berhasil rebound tajam setelah sebelumnya terkoreksi hampir 8%. Indeks Dow berhasil rebound lebih dari 3% setelah General Electric Co. menyatakan akan tetap membagikan deviden dan The Fed menyatakan akan memperpanjang 3 program stimulus ekonominya hingga April 2009. Sentimen ini berhasil menenangkan bursa US meski masih diliputi spekulasi mengenai penurunan Fed Rate yang akan diputuskan pada 16 Desember mendatang. Pasar mengekspektasi adanya penurunan Fed Rate sebesar 50 bps ke level 0,5%.
Harga minyak dunia kembali terkoreksi dan mencetak rekor terendah baru dalam 3 tahun terakhir ke level US$46,9/barrel akibat penurunan demand seiring perlambatan ekonomi global. Harga komoditas lainnya seperti Nickel, Timah, CPO dan Batubara juga turut melemah seiring pergerakan harga minyak dunia.
Bursa Asia sendiri dibuka rebound pada perdagangan hari ini seiring mulai adanya bargain buying pada saham-saham berfundamental kuat yang telah terkoreksi signifikan. Nikkei +1,6%, STI +1%, KOSPI +0,7% dan AORD -0,7% meski bank sentralAustralia telah memangkas suku bunga sebesar 100 bps.
Bursa Indonesia sendiri nampaknya akan mencoba rebound pada perdagangan hari ini meski secara teknikal, indeks masih dalam pola konsolidasi seiring reversal momentum yang terjadi selama 2 hari ini. Investor diperkirakan akan mulai melakukan selective buying pada saham-saham berfundamental kuat seperti BBRI, BBCA, PTBA, PGAS dan INDF.
BUMI diperkirakan akan kembali tertekan seiring rumor negatif dari Northstar meski telah dibantah oleh pihak Northstar sendiri. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 1160 - 1210.
(ir/ir)











































