Wall Street Kembali Menggeliat

Wall Street Kembali Menggeliat

- detikFinance
Kamis, 04 Des 2008 07:07 WIB
Wall Street Kembali Menggeliat
New-York - Saham-saham di Wall Street kembali menguat, setelah keluarnya laporan yang mengejutkan dari belanja online serta lonjakan yang mengejutkan dari aplikasi kredit perumahan.

Pada perdagangan Rabu (3/12/2008), indeks Dow Jones ditutup menguat 172,60 poin (2,05%) ke level 8.591,69. Indeks Standard & Poor's 500 naik 21,93 poin (2,58%) ke level 870,74 dan Nasdaq menguat 42,58 poin (2,94%) ke level 1.492,38.

Di awal perdagangan, saham-saham sempat bergerak melemah dan terus bergerak naik turun sebelum akhirnya ditutup menguat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gambaran lebih besar masih tetap pada faktor psikologis antara harapan resesi akan berakhir dalam 6-9 bulan dari sekarang ketimbang dalam beberapa tahun," ujar A; Goldman, analis dari Wachovia Securities seperti dikutip dari AFP, Kamis (4/12/2008).

"Kondisi ini mungkin akan membuat pasar sangat bergejolak dalam beberapa bulan, namun dalam jangka pendek trennya kemungkinan akan tetap tinggi," tambahnya.

Investor semangat oleh laporan perusahaan riset digital, comScore yang menunjukkan penjualan online selama musim liburan yang naik 15% menjadi US$ 846 juta. Saham peritel Amazon pun langsung melonjak 9,76% menjadi US$ 45,21.

"Kabar itu membantu menutupi data yang mengecewakan dari sektor tenaga kerja," tambah Goldman.

Laporan ADP National Employment menunjukkan bahwa sektor swasta AS kehilangan 250.000 pekerjanya selama November, yang merupakan terendah dalam 6 tahun. Ini menjadi indikasi bahwa pasar tenaga kerja semakin mendapatkan tekanan dari resesi.

Saham-saham sektor finansial kembali menguat setelah Mortgage Bankers Association melaporkan peningkatan aplikasi untuk kredit perumahan. MBA mengumumkan, aplikasi kredit perumahan untuk pekan lalu meningkat 112,1%, sementara tingkat suku bunga tetapnya turun 0,52 poin menjadi 5,47%.

"Laporan itu adalah sebuah kejutan besar yang dapat membantu sektor yang kini menjadi pusat badai krisis ekonomi," jelas Gregory Drahuscak, analis dari Janney Montgomery Scott.

Saham Citigroup tercatat menguat 8,31%, Bank of America melonjak 6,96% dan JPMorgan Chase naik 6,03%.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads