Bank Indonesia (BI) akan menggelar rapat dewan gubernur (RDG) pada hari ini untuk memutuskan apakah BI Rate bertahan 9,5% atau dipangkas mengikuti kebijakan banyak negara lain. BI diduga masih berat memotong suku bunga karena nilai tukar yang terus melemah dan inflasi year on year masih tinggi di kisaran 11%.
Namun banyak kalangan seperti perbankan dan pelaku sektor rill berharap BI berani menurunkan BI Rate sebagai sinyal untuk mengangkat ekonomi yang sedang lesu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara bursa saham Nikkei Kamis pagi ini dibuka menguat 0,51% atau 40,99 poin menjadi 8.045 dan KOSPI Korea naik 1,9% atau 19,49 poin menjadi 1.042,16. Kenaikan bursa utama Asia ini mengikuti Wall Street yang kembali menguat setelah keluarnya laporan yang mengejutkan dari belanja online serta lonjakan yang mengejutkan dari aplikasi kredit perumahan.
Pada penutupan perdagangan Rabu waktu AS (3/12/2008), indeks Dow Jones ditutup menguat 172,60 poin (2,05%) ke level 8.591,69. Indeks Standard & Poor's 500 naik 21,93 poin (2,58%) ke level 870,74 dan Nasdaq menguat 42,58 poin (2,94%) ke level 1.492,38.
Sedangkan pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (3/12/2008) IHSG naik tipis 1,168 poin (0,1%) menjadi 1.192,526.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Indeks hanya naik tipis 1,1 poin ke level 1.192 sedangkan bursa Asia seperti Hang Seng naik 1,3% dan Nikkei naik 1,7%. Tipisnya nilai transaksi yang hanya Rp1 triliun menandakan investor masih wait and see. Indeks diperkirakan bergerak terbatas menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur BI. Pergerakan harian dikisaran 1.170-1.220 dengan pilihan saham: BMRI, BBRI, UNVR, INDF, dan INCO.
eTrading Securities
Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin bergerak mixed dan berhasil ditutup rebound tipis, seiring dengan penguatan yang terjadi pada mayoritas bursa Asia. Indeks ditutup menguat tipis 1,1 poin (+0,09%) ke level 1192,5 meski pada awal perdagangan sempat menguat 13 poin menyentuh level 1205. Trading value kembali mencetak rekor terendah dalam 30 bulan terakhir, hanya sekitar Rp 927 miliar.
Tipisnya trading value mencerminkan investor masih menahan diri untuk masuk ke bursa seiring volatilitas yang masih tinggi. Saham Bakrie & Brothers' (BNBR) akhirnya masuk dalam daftar saham 'gocap' setelah ditutup di level terendah Rp 50 disertai dengan auto-rejection pada beberapa saham Bakrie lainnya seperti ENRG (-9,4%), UNSP (-8,7%), ELTY (-9,5%), dan BUMI (-9,4%). Ketidakpastian penyelesaian hutang repo BNBR masih menjadi sentimen negatif pada saham-saham Bakrie secara keseluruhan.
Bursa US pada perdagangan kemarin berhasil kembali rebound meski pada awal perdagangan sempat terkoreksi hampir 2% seiring sentimen negatif dari testimoni The Fed yang menyatakan perekonomian US jatuh semakin dalam dan hampir pasti menuju resesi. Sektor jasa&layanan (asuransi, hotel) juga mencatatkan penurunan yang signifikan pada bulan November, ditambah dengan laporan dari Labor Department yang menyatakan terjadi penurunan produktivitas pada kuartal 3 ini. Indeks Dow Jones berhasil ditutup menguat 2% setelah investor mulai melakukan bargain buying pada
saham-saham Blue Chip, Nasdaq +3% dan S&P 500 +2,6%.
Mayoritas bursa Asia kembali dibuka naik tipis pada perdagangan hari ini seiring penguatan pada bursa US. Nikkei +0,3%, STI +1%, KOSPI +1% dan AORD +0,3%. Turunnya inflasi di regional Asia membuka peluang kembali diturunkannya suku bunga acuan di negara-negara Asia untuk menstimulus likuiditas di sektor riil.
Sementara bursa Indonesia akan menghadapi momen penting hari ini seiring RDG BI akan diadakan pagi ini untuk menentukan arah BI Rate. Ekspektasi konsensus terbagi dua antara menurunkan 25 bps atau tetap sama di level 9,5%. Namun kami mengekspektasikan BI Rate akan diturunkan 25 bps untuk kembali menstimulus sektor riil seiring telah meredanya tekanan inflasi sejak kenaikan BBM Juni lalu.
Sektor yang interest sensitive seperti Banking dan Property akan mendapatkan katalis positif dengan turunnya BI Rate. Indeks sendiri kami perkirakan masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah dan trading value yang masih tipis. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 1177 - 1220. (ir/ir)











































